Belajar Dari Benni Edward, Berantas Pungli Mungkin Hanyalah Semboyan

Benni Edward Saat Melaporkan Kasus Pungli

Setelah Aktivis Bebas Pungli Asal Medan Benni Eduward yang gigih melaporkan pungli di berujung penahan selama 8 bulan, Mungkin tak akan ada lagi Benni-Benni yang lain.

Bebas pungli mungkin hanyalah semboyan belaka untuk menunjukan kepada Masyarakat bahwa itu tindakan yang buruk dan merugikan orang lain.

Namun pada prakteknya orang-orang yang justru terlihat paling getol menggaungkan Stop Pungli dengan spanduk bahkan baliho justru sarang dari pungli itu sendiri.

Beberapa hari terahir Negara ini ribut dengan penangkapan Aksi pungli di pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa pelabuhan lain seperti di Maumere, Sikka-NTT.

Namun, betulkah aksi pungli banyak terjadi di pelabuhan-pelabuhan itu? Masyarakat pasti sangat paham dan tahu, dimana saja temapat-tempat itu, namun enggan untuk bersuara karena takut akan menjadi Benni Eduward Selanjutnya.

Penulis tidak ingin menuduh siapapun atau lembaga manapun akan tetapi, berdasarkan pengalaman sendiri dan melihat bagaimana Pungli ini akan berhenti sepertinya akan sangat susah.

Hampir semua urusan masyarakat yang berkaitan dengan Birokrasi pemerintah terkesan seperti 'kalau masih bisa di persulit untuk apa di permudah'

Anehnya, antara pelaku dan korban sama-sama mengetahui jika pungli adalah tindakan melanggar hukum namun terpaksa di lakukan jika ingin urusan bisa cepat beres.

Ahirnya yang terjadi adalah kwalitas Birokrasi kita semakin Memprihatinkan bahkan sangat buruk.

Apa yang terjadi pada Benni Edward adalah suatu pelajaran bagi generasi muda bangsa bahwa jika ingin memberantas pungli mohon untuk urungkan Niat mu.

Karena yang kamu hadapi bukan satu atau dua penjahat tapi ribuan penjahat yang susah untuk kemu ketahui karena di kantor-kantor mereka terdapat Spanduk Stop Pungli.

Bahkan mereka tidak peduli pidato pimpinan-pimpinan mereka di setiap panggung tentang memberantas pungli oleh karena pungli bukan lagi pelanggaran tapi suatu Budaya.

Benni Eduward dan Joniar M Nainggolan

Benni Edward di Tangkap Karena Diduga Menyebar Hoax Seorang Oknum yang Menunggak Pajak 3,7 Juta

Penangkapan Benni Eduward dan seorang temannya bernama Joniar M Nainggolan karena mengunggah Video di duga Hoax terkait tunggakan Pajak kendaraan bernomor polisi BK1212JG milik seorang bernama Johansen Ginting

Johanes Ginting sendiri adalah seorang anggota Polisi. Menurut Benni sapaan Benni Eduward, JG adalah anggota polisi polda Sumatera Utara.

Sementara itu, menurut keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Medan  Kompol Martausah Tobing mengatakan penangkapan Benni dan rekannya berdasarkan laporan dari personel polisi polda Sumut, Johansen Ginting

"Korban merasa keberatan karena di katakan menunggak pajak, padahal korban rutin membayar pajak tepat waktu, bukan seperti yang di sampaikan terlapor dalam video tersebut," Kata Martausah

Berdasarkan Laporan itu, Martausah melanjutkan, polisi kemudian memeriksa saksi-saksi termasuk petugas pajak dan saksi ahli bahasa dan ITE Universitas Sumut.

Dari pengakuan petugas pajak yang mengatakan jika Johansen Giting rutin membayar pajak dan dari keterangan Saksi ahli bahasa Benni dan rekannya kemudian di tetapkan menjadi tersangka.

Benni Eduward dalam Acara Bertajuk Narasi Bersama Najwa Shihab

Pengakuan Benni Edward Mendapat Penyiksaan Hingga Pemerasan Dalam Penjara

Benni Eduward ketika di tanya di Mata Najwa apakah akan melanjutkan kegiatannya setelah bebas, Benni enggan menjawab dengan mengatakan Jika dia trauma dan keluarga tidak lagi mengijinnya.

jawaban Benni itu Seolah menunjukan bahwa ia tidak akan lagi menjadi aktivis pemberantas pungli karena beratnya perlakuan yang dia terima dalam penjara maupun diskriminasi lain yang dia alami.

Bahkan Najwa Shihab sebagai pemandu acara Najwa Shihab yang mendengar jawaban Benni tentang bagaimana alur kasus Benni sampai ditahan serta mendapat penyiksaan dan pemerasan dalam penjara.

"Publik di minta untuk aktif mealporkan pungli, itu yang kemudian di lakukan tapi dampaknya kita lihat dia (Benni) di penjarakan, masuk penjara," Tanya Najwa ke seorang narasumber dari ICW

Nahwa melanjutkan "bagaiman harus menyikapi ini, apakah yang di harapkan publik lakukan ya," Tanya Najwa seperti melansir dari KanalYoutube NajwaShihad, Sabtu (19/6/2021)

Benar, apa yang di harapkan oleh publik? ketika Publik melaporkan, Justru pelapor akan di salahkan hingga di tahan justru bukan sebagai pelapor lagi, malah jadi tersangka.