Kepentingan Besar Dibalik Wacana Presiden 3 Periode, Pengamat: Mereka Penghianat Reformasi

Pemilu 2024 masih tersisa sekitar 2 Tahun lagi, namun rencana dan Strategi politik oleh orang-orang yang memiliki kepentingan di Negri ini sudah mulai di mainkan.


Presiden RI Ir H. Jokowi Dodo

Termasuk yang lagi Viral adalah wacana presiden 3 periode. Namun lucunya, sang presiden yang sedang menjebat saat ini yakni Jokowi Dodo malah tidak ingin ada presiden 3 periode.

Saking ributnya urusan soal masa jabatan presiden ini, hampir semua media Televisi, Elektronik, Online memberitakannya.

Di ketahui Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengadakan acara Syukuran Kantor Sekretariat Nasional Komunitas Jok-Pro di Jakarta, Sabtu (19/6/2021)

Kehadiran Relawan Jok-Pro di ahir periode Jabatan presiden Jokowi tentu membuat masyarakat bertanya-tanya. Kenapa mereka sangat ngotot untuk mengusung jokowi lagi sementara jokowi sendiri sudah secara terbuka menolak, ada apa?

Di ketahui, Jok-Pro  sendiri berniat ingin mengusung Jokowi yang akan berpasangan dengan Prabowo Subianto untuk maju di pilpres 2024.

Menanggapi Hal itu, Menteri Koordinator Politik Hukum Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) Mahfud MD memeberikan atas wacana Presiden 3 Periode melalui Akun Twitter Pribadinya.

Mahfud menegaskan, Perasolan Masa Jabatan Presiden adalah ranah MPR dan DPR atau Partai politik yang memiliki kursi di parlemen.

Menurut Mahfud, 2 lembaga itulah yang akan menentukan apakah presiden tetap dua periode ataukah di ubah menjadi menjadi 3 periode.

"Saya bukan anggota Parpol atau MPR. Dua atau tiga periode ada di Parpol dan MPR," Tulis Mahfud Seperti di kutip dari Twitter @mohmahfudmd, Rabu (23/6/2021)

Namun Mahfud memberikan pendapat jika jabatan presiden dua periode seperti sekarang ini sudah baik untuk indonesia.

Komite Referendum Deklarasi Masa Jabatan Presiden Jokowi Dodo di Kupang NTT.

Deklarasi Jabatan Presiden 3 Periode di NTT

Sejumlah masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) menggelar Deklarasi Komite Referendum Jabatan Presiden.

Komite ini mendukung Presiden Jokowi Dodo untuk menjabat kembali sebagai presiden Indonesia selama 3 Periode.

Dalam Acara yang di gelar di lapangan Holywood, Kota Kupang tersebut, pada (21/6/2021) juga bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Peresiden Jokowi

Pada acara itu, Ketua Komisi Referendum Pius Rengka memberikan alasan dukungan mereka terhadap presiden Jokowi untuk menjabat lagi di periode ke 3.

Dia berpendapat, Bahwa kepeminpinan Presiden Jokowi telah sanggup menjawab kepentingan sebagian Besar Masyarakat Indonesia terutama Masyarakat kelas menengah kebawah.

"Karena itu presiden Jokowi di harapkan melanjutkan untuk satu periode lagi, agar persolan rakyat dapat marata di tintaskan," Jelas Pius Remgka.

Menyuarakan Jabatan Presiden 3 Periode Sebagai Penghianat Reformasi

Disisi lain, pengamat Politik Hendri Satrio turut angkat bicara soal wacana yang belum di atur dalam Undang-undang 1945 ini.

Menurutnya, pihak yang menyuarakan masa jabatan presiden selama 3 Periode sebagai penghianat Reformasi.

"Tujuan Reformasi yang utamakan Cuma satu, membatasi periode presiden supaya tidak lebih dari dua kali," Jelas Hendri Satrio Dalam Diskusi Virtual seperti di kutip dari WartaEkonomi.co.id

Lebih lanjut Satrio mengatakan, Pihak yang sibuk dengan urusan masa jabatan presiden, ingin mengembalikan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

"Kalau ada yang memaksa itu, memang penghianat reformasi, pencinta KKN, pingin lagi, tuh Korupsi, Kolusi dan Nepotisme itu ada lagi," Lanjut Satrio

Dia juga menilai, Jabatan Presiden 3 Periode justru akan menjerumuskan sang presiden itu sendiri.

"Pak Jokowi, kan Nggak suka (jabatan presiden 3 peride, Red) katanya menjerumuskan, kita pakai saja itu bahasanya," Ujar Satrio Lagi.