Bupati Ini, Tuding Covid 19 Melonjak Karena Disengaja Pihak RS Biar Dapat Biaya Klaim -->

Header Menu

Bupati Ini, Tuding Covid 19 Melonjak Karena Disengaja Pihak RS Biar Dapat Biaya Klaim

Kamis, 01 Juli 2021

Bupati Banjar Negara Budhi Sarwono, Melontarkan pernytaan mengejutkan terkait melonjaknya angka kasus Covid 19 di Daerahnya.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (tengah) Sedang Berpose di Jalan Bersama Jajarannya.

Ia menilai, melonjaknya kasus covid 19 karena ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Budhi mengatakan, alasan Rumah Sakit menaikan jumlah pasien terpapar Covid 19 juga karena Klaim untuk perawatan pasien yang di dapat Rumah Sakit (RS) cukup menggiurkan.

Ia menambahkan, jika biaya klaim perawatan untuk pasien Covid 19 minimal Rp 6,25 juta hingga 10 juta dalam satu hari untuk 1 pasien.

Karena Sebab itulah, menurut Budhi, banyak rumah sakit di banjar negara berebut ingin merawat pasien Covid 19.

"Rumah sakit di kabupaten Banjarnegara ini kalau saya pantau agak berebut pasien covid 19. Karena standar agak lumayan juga," ujar Budhi di kutip dari kompas.com, Jumat (2/7/2021)

"Yang saya ketahui sampai saat ini laporan dari dinas saya itu untuk biaya tiap hari Rp 6.250.000 minimal, maksimal sampai Rp 10 juta per hari," lanjut Bupati Banjarnegara ini

Mengenai hal itu ungkap Budhi, dirinya mengaku pernah menanyakannya kepada Dinas terkait.

"Setelah saya tanyakan ke dinas terkait, kalau orang itu butuh waktu sampai 6 bulan Opname-nya bagaimana. Kalau ini hanya di kasih batas waktu 2 minggu maksimal," ujarnya.

Dengan tingginya biaya yang dapat diklaim tersebut, Budi menganggap wajar jika RS saling berebut pasien Covid 19.

Sebab, semakin banyak pasien Covid 19 yang di rawat oleh rumah sakit maka semakin maka semakin banyak pula keuntungan yang di dapat.

"Di kampung kami ini kota kecil, kalau satu hari itu Rp 6.250.000 itu minimalkan, banyak sekali yang tertarik. Jadi yang di cari rata-rata pasien Covid semua, dan kalau di swab dari 10 orang, yang positif covid itu 7 atau 6 (orang)," Ungkap Budhi

"Terus saat sekarang ini jadi melonjak. rumah sakit penuh, tempat karantina penuh. Ini pada lomba membuat karantina lagi" lanjutnya

Budhi Sarwono di Rungan Kerja Bupati Banjarnegara

Minta Pusat Segera Memperketat RS Yang Nakal

Menyikapi Hal itu, Budi lantas meminta pemerintah pusat untuk melakukan pengetatan sreening Klaim RS dan membentuk Tim Independen.

"Saya sudah banyak (terima) laporan. Ada seorang di tes di rumah sakit A positif, di laboratorium yang betul-betul prifesional malah Negatif. 

Jamnya sama hanya selisih 10 menit, pada waktu melakukan Swab, yang satu Negatif, yang satu positif," Kata Budhi

Jawaban Ikatan Dokter Indonesia Terkait Pernyataan Bupati Banjarnegara.

Menanggapi Tudingan Bupati Banjar Negara, Budhi Sarwono. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) langsung angkat Bicara.

Ketua Idi Banjarnegara Dr Agus Ujianto membantah dengan keras Tudingan yang di lontarkan Budhi Sarwono.

Menurutnya, apa yang di sampaikan Bupati tidaklah benar, karena mereka sudah melaksanakan Tugas Medis sesuai aturan sebagaimana mestinya.

Dia juga menjelaskan, untuk mendapatkan Klaim perawatan Pasien Covid 19, proses pencairannya tidak semudah yang di bayangkan.

Sebab, Pihak rumah sakit yang merawat pasien Covid mesti mengeluarkan biaya terlebih dahulu sebelum biaya klaim di cairkan pemerintah.

"Saya kira Hal tersebut (berebut pasien) tidaklah benar. Kami sudah melakukan tugas medis sebagaimana mestinya," Bantah Ujianto

"Jadi Masyarakat, jangan juga merasa bahwa kalau Diagnosa covid pasti akan di klaim oleh RS sebagai pasien Covid," Lanjut Ujianto.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan penanganan Pasien Covid kepada rumah sakit.

"Ya tentu kami mengimbau sama-sama kita menaruh kepercayaan, bahwa tentu dokter akan mengobati sesuai kondisi pasien," Tutup Ujianto.