Pemerintah Inggris Melarang Suporter Italia Datang Menonton Langsung Final Euro di Stadion Wembley, Inggris -->

Header Menu

Pemerintah Inggris Melarang Suporter Italia Datang Menonton Langsung Final Euro di Stadion Wembley, Inggris

Sabtu, 10 Juli 2021

Foto : Stadion Wembley, London, Inggris

Suarakarumput.com - Final Euro 2020 yang mempertemukan Inggris Vs Italia akan berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Terkait laga final yang sengit ini, Pemerintah Inggris melarang suporter timnas Italia untuk datang ke Inggris guna menonton langsung final Euro 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps, sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (9/7/2021).

Sementara itu, Stadion Wembley sendiri akan menampung sekitar 60 ribu penonton dalam laga akhir pekan itu.

Kemungkinan, kursi stadion akan dipenuhi oleh suporter timnas Inggris, dan hanya sedikit suporter timnas Italia, sebagaimana dilansir Reuters.

Pasalnya, Inggris masih menerapkan pembatasan perjalanan terkait Pandemi Covid-19 yang mengharuskan pendatang asing, termasuk dari Italia, melakukan karantina 10 hari saat tiba di negara Eropa Barat tersebut.

Ketika ditanya apa tanggapannya terhadap suporter Italia yang mencoba menonton langsung pertandingan final Euro 2020, Shapps menjawab seharusnya mereka tidak datang.

"Jangan, ini adalah jawaban untuk pertanyaan sederhana itu," ujar Shapps.

Dia menambahkan, jika pihaknya mengetahui ada orang asing yang sengaja datang ke Inggris hanya untuk menonton pertandingan Final Euro, mereka tidak akan diizinkan masuk.

"Dan pada kenyataannya, banyak penerbangan charter dan penerbangan langsung telah dibatalkan atas dasar itu," kata Shapps kepada Times Radio.

Shapps juga telah mengumumkan bahwa warga Inggris yang sudah divaksinasi penuh dari negara beresiko "sedang" Covid-19, tidak lagi harus isolasi mandiri saat kedatangan.

Dia mengatakan bahwa pengakuan status vaksinasi akan berfokus pada negara-negara yang memakai vaksin dengan lisensi WHO.