SADIS!!Dihajar Oknum TNI, Siswa di TTU Babakbelur Karena Langgar Protokol Covid-19 -->

Header Menu

SADIS!!Dihajar Oknum TNI, Siswa di TTU Babakbelur Karena Langgar Protokol Covid-19

Jumat, 30 Juli 2021


Suarakarumput.com--Nasib naas menimpa Juventus Uskenat (15) siswa SMP Kelas VIII Manufui dan Yakobus Naisasu (17) siswa Kelas IX SMA Negeri Manufui. Kedua anak di bawah umur ini di duga di hajar oleh oknum anggota TNI Koramil Biboki Selatan, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Korban saat Masih di RS

Peristiwa ini berawal Korpal Kepala EK yang bertugas sebagai Babinsa di Desa Tainsala, Kecamatan Biboki Selatan,Kabupaten TTU ini, dikala melintas di depan Bilyard milik warga setempat, pada Jumat (30/07/2021)
Sekitar pukul 18.00 WITA dan melihat ada tiga orang anak yang sementara bermain biliyard.

Kopral Kepala EK yang mengendarai kendaraan dinas motor Trial itu berhenti, lalu turun dari motornya langsung mengambil gambar ketiga anak yang sementara bermain bilyard tersebut dengan kamera handphonenya.

Kopral Kepala Elias Kune (EK) menghampiri ketiga anak tersebut menanyakan satu persatu nama, sekolah, kelas berapa mereka, serta siapa orang tuanya dan tinggalnya dimana. Ketiga anak tersebut masing-masing menjawab, Blandino Boy Bansu (14) kelas Vlll SMP Negeri Manufui, kemudian Yakobus  Naisasu (17) kelas IX SMA Negeri Manufui dan Juventus Ukat (15) kelas VII SMPN Manufui.

Setelah anak-anak ini menyebut orang tuanya dan tempat tinggal mereka masing-masing Kopral EK mengarahkan anak-anak tersebut ke rumah salah satu orang tua anak, yakni  Pak Marsel, yang rumahnya tidak jauh dari tempat bilyard tersebut.

Saat akan beranjak ker rumah Pak Marsel Balndino Boy Banusu anak-anak ketakutan dan lari menghindar dari Kopral Kepal EK. Yakobus Naisasu di perintahkan untuk membonceng Juventus Ukat, di perintahkan oleh Kopral Kepala  EK  untuk menuju ke rumahnya Pak Marsel, kakaknya Yakobus Naisau.

Setelah tiba di halaman rumah Pak Marsel dan mereka memarkirkan sepeda motor, Kopral Kepala EK langsung turun dari Motor dan menendang motor Yamaha Revo Yakobus. Bersamaan dengan itu Marsel yang sementara makan malam bersama istri anaknya, serta tiga orang lainnya, yakni Agus Siki, Dion Alupan, dan Selvi Naijes terkejut dan keluar ke halaman rumah menjumpai Kopral EK yang datang bersama Yakobus dan Juventus.

Setelah itu, bertanya kepada Marsel apakah mengenal kedua anak tersebut, yang di jawab Marsel adalah mengenal keduanya dan Yakobus adalah adiknya.

Korpal Kepala EK lalu menunjukan foto pada handphone ketiga anak yang di ambil saat bermain bilyard kepada pak Marsel. Lalu katakan kepada pak Marsel mengapa anak-anak tersebut di saat corona bermain bilyard disana.

" Kenapa dong tahu ini corona, masih bsrkeluyuran disan?"

Pak Marsel, meminta maaf kepada Kopral EK. Kopral Kepala EK berjalan ke Mikael Juventus Ukat dengan tinjunya memukul kuat pada mulut ,hingga bibir bagian bawahnya pecah dan dua buah giginya goyang. Lalu dengan tinjunya dengan kuat memukul dua kali  di bagian ulu hati , Juventus langsung terjatuh terlentang, lalu dengan kakinya menginjak kuat dada Juventus Ukat 

Lalu Kopral Kepala EK menuju Yakobus Naisasu  lalu menghajar pada bagian muka dan punggangnya. Setelah puas menghajar Mikael Juventus Ukat dan Yakobus Naisasu, Kopral Kepala EK pergi meninggalkan keďua anak ini. Sambil menyalakan motornya Kopral Kepala berkata mau lapor kepada siapa saja silahkan, lalu pergi dari rumah Marsel.

Kopral Kepala EK tercium aroma alkohol dan di duga sedang mabuk.Setelah Kopral kepala EK pergi keluarga Juventus dan Yakobus membawa mereka dan melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polsek Biboki Selatan di Manudsui dan pihak Polsek Biboki Selatan membawa para korban ke Puskesmas Manufui untuk di lakukan Visum  dan mendapatkan perawatan medis.

Sayangnya, di Puskesmas tersebut dokter tidak ada di tempat karena sedang melakukan isolasi Covid-19 di Kefamenanu. Mikael Juventus Ukat mendapat perawatan intensif dengan menggunakan bantuan 02, karena susah bernafas dan merasakan sakit hebat pada ulu hati. Begitu juga dengan Yakobus masih di rawat karena masih pusing.

Menurut keterangan bidan Puskesmas, mereka belum membuat visumnya karena yang punya hak membuat visum itu adalah dokter.  Sampai saat ini Yakobus dan Juventus masih di raqat di puskesmas Manufui.