Gantung Diri Di Pohon Lamtoro dan Minum Racun Pembasmi Rumput, 2 Warga Kabupaten Kupang Tewas Bunuh Diri

Kupang,Suarakarumput.Com--Peristiwa memilukan terjadi Rabu, (04/08/2021) Pagi. Terdapat dua kejadian bunuh diri di wilayah Kabupaten Kupang. Satu korban baru berusia 17 Tahun dan korban lainnya berusia 51 tahun.

Seorang Gadis berinisial AM (17) di temukan tewas gantung diri di pohon lamtoro Rabu,(04/08/2021) sekitar pukul 06.00 Wita.
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Evakuasi Jenazah Korban Gantung Diri

Di peroleh informasi kalau pada Selasa, (03/08/2021) siang sekitar pukul 11.00 wita, korban meminta tolong kepada kakak kandungnya, EM (25) untuk membeli sabun cuci.

Setelah membeli sabun, kakak kandung korban menegur korban yang hendak kerumah orang tua korban.
Sekitar pukul 11.20 wita saat akan kembali ke rumah, EM bertemu korban yang saat itu akan keluar rumah.

Kakak korban kenudian menanyakan kunci rumah . Korban menjawab, kunci rumah di simpan disimpan di samping rumah. Pada pukul 19.00 wib keluarga korban mencari korban yang hingga malam hari belum juga pulang rumah.

Rabu, (04/08/2021), sekitar pukul 06.00 wita korban di temukan oleh ayah kandungnya, MM (54) dalam posisi tergantung di atas pohon lamtoro.
Melihat anaknya tergantung di pohon ayah korban langsung memanggil keluarga dan menghubungi polsek Kupang Timur. Kapolsek Kupang Timur Iptu Viktor H. Saputra, S.Pi., M.Si bersam KSPKT III Amri Noeng dan anggota langsung ke lokasi kejadian.

Polisi melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. Tim medis dari puskesmas Naibonat, Kabupaten Kupang di pimpin perawat Darius dan perawat Anto Bait juga ke lokasi kejadian.Tim medis melakukan pemeriksaan luar terhadap korban, dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.
Hanya terdapat Luka yang sebelumnya di derita korban.

Polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi seperti adik kandung korban, kakak, dan ayah kandung korban. Ayah kandung korban dan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan sudah di buatkan surat pernyataan penolakan otopsi. 

"Korban murni gantung diri dan keluarga menolak dilakukan otopsi.
Jenazah korban sudah di serahkan ke pihak keluarga, Ujar Humas Polres Kupang Aipda Lalu Randy Hidayat, Rabu, (04/08/2021).

Namun demikian polisi tetap mengamankan barang bukti tali dan pakaian korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Polisi juga masih menyelidiki penyebab korban gantung diri karena sesuai penjelasan keluarga kalau selama ini korban tidak ada masalah. Korban di perkirakan mengakhiri hidupnya pada selasa, (03/08/2021) malam.

Seorang Petani Tenggak Racun Pembasmi Rumput

Sementara itu seorang Petani berinisial HT (51) menenggak racun pembasmi rumput dan hama.
Nyawa warga Desa Seki, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang itupun tidak tertolong.
Petani itu tewas pada Rabu, (04/08/2021) dini hari.

Belum di ketahui persis alasan korban menenggak racun pembasi rumput dan hama  ini.
Awalnya pasca menenggak bahan cair ini, korban mengalami sakit pada bagian dada dan perut. 

Kapolsek Amabi Oefeto Timur, Iptu Jermi I. Lesitono bersama kepala desa Seki, I Wayan Nirta membawa korban ke Puskesmas Oenuntono, Kabupaten Kupang.

"Korban di larikan ke puskesmas karena pasien tersebut mengonsumsi obat hama rumput jenis Roundup," Ujar Humas Polres Kupang, Aipda Lalu Randy Hidayat, Rabu (04/07/2021).

Korban kemudian mengeluhkan mengalami sakit pada bagian  dada dan perut. Namun setelah tiba di Puskesmas Oenuntono Nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Keluarga korban menolak untuk di lakukan otopsi terhadap jenazah korban.
Polosipun hanya melakukan visum luar dan memastikan korban meninggal karena konsumsi racun.

Keluarga juga iklas menerima kematian korban. Mereka menganggap hal ini terjadi sebagai kelelaian atau musibah sehingga pihak keluarga pun membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

Jenazah Korban pun kemudian di serahkan ke pihak keluarga untuk di semayamkan dan di makamkan.
Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti sisa hama yang di konsumsi.

"Polisi juga masih mencari informasi penyebab korban meminum obat hama ini karena tidak ada yang mengetahui aksi Korban ini," tandas Aipda Lalu Randy Hidayat.