Meningkatkan Pemanfaatan Lahan dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Dimasa Pandemi Pada Masyarakat Manggarai

 Manggarai, Suarakarumput.com-Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk lahan. Dengan kekayaan akan sumber daya lahan ini, Indonesia dijuluki sebagai Negara yang kaya akan sumber pangan. Faktanya bahwa Negara kita sebenarnya sudah lama menerapkan sistem pertanian itu sendiri. Namun, masih dikatakan sederhana karena pada masa itu para petani masih menggunakan alat pertanian yang sederhana.

Marina Sumarni Murati
 

Seiring dengan berjalannya waktu, sistem pertanian di berbagai belahan dunia telah mengalami evolusi sepanjang abad sebagai dampak kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan manusia. Diawali dengan kegiatan berburu dan mengumpulkan makanan sistem pertanian berkembang menjadi pertanian primitif, pertanian tradisional, hingga ke pertanian modern. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa, pelaksanaan pembangunan pada masa lalu yang hanya menekankan tujuan kemajuan ekonomi telah berdampak kepada kerusakan lingkungan dan timbulnya masalah sosial. Pendekatan pembangunan berkelanjutan pada hekekatnya adalah kegiatan pembangunan yang memadukan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan sangat penting diterapkan saat ini.

 Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagaimana pemanfaatan lahan itu sendiri dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di era pandemi saat ini, alangkah baiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari pembangunan pertanian berkelanjutan dan pengertian dari lahan itu sendiri. Dimana, pembangunan pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam serta suatu system usaha tani yang mampu mempertahankan produktivitas dan kemanfaatannya bagi masyarakat dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Sedangkan lahan adalah bagian dari lingkungan fisik di permukaan bumi dimana di dalamnya terdapat berbagai macam hal pendukungnya seperti air, vegetasi, batuan dan sebagainya. Lahan pertanian mempunyai manfaat yang sangat luas baik itu secara ekonomi, sosial dan lingkungan. Secara ekonomi, lahan pertanian adalah masukan paling esensial dari berlangsungnya proses produksi, kesempatan kerja, pendapatan, devisa, dan lain sebagainya. Sedangkan secara sosial, eksistensi lahan pertanian terkait dengan eksistensi kelembagaan masyarakat petani dan aspek budaya lainnya. Dari aspek lingkungan, aktivitas pertanian pada umumnya lebih kompatibel dengan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan akan sumber daya lahan untuk pengembangan pertanian perlu memperhatikan potensinya dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang optimal.

Dalam aplikasi sistem pertanian berkelanjutan, terdapat istilah konservasi lahan. Beberapa metode konservasi lahan termasuk penanaman alur, mengurangi atau tidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang baik oleh erosi angin maupun erosi air. Kegiatan konservasi lahan yaitu menciptakan jalur-jalur konservasi, melakukan penterasan serta menggunakan pohon-pohon dan semak untuk menstabilkan tanah.

Selain itu, untuk meningkatkan hasil komoditas pangan yang meningkat kita harus perlu menjaga kualitas air stsu lahan basah dimana konservasi dan perlindungan sumber daya air telah menjadi bagian penting dalam pertanian. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan tanpa memperhatikan kualitas air. Biasanya lahan basah berperan penting dalam melakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida. 

Adapun langkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga kualitas air, antara lain mengurangi tambahan senyawa kimia sintetis ke dalam lapisan tanah bagian atas (top soil) yang dapat mencuci hingga muka air tanah (water table), menggunakan irigasi tetes (drip irrigation).

Bertanam dengan memiliki varietas yang cukup banyak di lahan pertanian dapat mengurangi kondisi ekstrim dari cuaca, hama penggangu tanaman, dan harga pasar. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman lain seperti pohon-pohon dan rumput-rumputan, juga dapat memberikan kontribusi terhadap konservasi lahan, habitat binatang, dan meningkatkan populasi serangga yang bermanfaat. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan;

a)      Menciptakan sarana penyediaan air, yang menciptakan lingkungan bagi katak, burung dan binatang-binatang lainnya yang memakan serangga dan insek.

b)      Menanam tanaman-tanaman yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan sepanjang tahun dan meminimalkan pengaruh dari kegagalan menanam sejenis tanaman saja.

Berbicara tentang bidang ini yang dimana lahan yang merupakan faktor penting dalam bidang pertanian, faktanya bahwa pertanian adalah sektor ekonomi utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di wilayah Desa Papang, Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Salah satu wilayah di provinsi ini, dikenal sebagai wilayah penghasil padi dan juga komoditi pangan lainnya. Kabupaten Manggarai merupakan kabupaten yang memiliki potensi sumber daya pertanian. Sumber daya tersebut diantaranya adalah sumber daya alam (natural resource), sumberdaya manusia (human resource) dan sumberdaya buatan (manmade resource). Selain itu juga terdapat potensi lahan, air, dan komoditas yang berpengaruh sangat besar dan baik bagi pengembangan sektor pertanian. Kabupaten Manggarai itu sendiri memiliki luas wilayah 1669,42 hektar dengan luas Sawah seluas 1.000 Ha.

Di tengah pandemi ini, seiring berjalannya waktu serta masalah pandemi yang tak pernah terselesaikan, kebutuhan akan pangan semakin meningkat sehingga adanya pemanfaatan lahan yang juga ikut meningkat, khususnya di Desa Papang, Manggarai Tengah Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai, NTT. Pangan yang dimaksudkan disini dapat berupa beras, sayur-sayuran dan juga kebutuhan makanan lainnya.

Selain itu, pangan tersebut bukan hanya dibutuhkan di daerah ini saja, melainkan ada beberapa wilayah tertentu yang kondisi lahannya berkurang sehingga membutuhkan pangan dari wilayah ini. Sumber daya lahan pada desa ini juga sangat luas serta memiliki potensi untuk memproduksi komoditas pertanian tertentu. Umumnya di wilayah ini, lahan itu sendiri sebagian besar digunakan sebagai lahan sawah.

Selain itu juga, mayoritas masyarakat di wilayah ini adalah petani sehingga dengan sendirinya para petani memiliki pekerjaan tersendiri sehingga bisa dikatakn bahwa wilayah ini memiliki pekerja yang banyak terutama sebagai petani. Selain digunakan sebagai lahan sawah, umumnya juga para petani memiliki produktivitas tersendiri dimana mereka memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman lain seperti jagung,sayur-sayuran dan juga komoditas padi lainnya.

Isu penting dalam pembangunan dewasa ini adalah pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah suatu proses yang memanfaatkan sumberdaya pertanian secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat masa kini tanpa harus mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan generasi yang akan datang.

 Berbicara mengenai pembangunan pertanian berkelanjutan, desa ini sebenarnya sudah lama menerapkan kebijakan ini. Dikatakan sebuah kebijakan karena selain sebagai pekerjaan mata pencaharian mereka, sebenarnya desa ini memiliki berbagai organisasi dan juga kelompok-kelompok kecil yang secara tidak langsung bekerja di bidang pertanian dengan tujuan untuk mempertahankan dan melestarikan sumber daya yang ada sehingga menghasilkan komoditas pangan yang meningkat. Faktanya, pangan yang dihasilkan lebih dari target yang dicapaikan oleh para petani sehingga pangannya yang lain bisa dijualkan oleh para petani sehingga mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pemanfaatan akan lahan serta pembangunan pertanian berkelanjutan di desa ini meningkat dan telah digunakan sebaik-baiknya sehingga keberhasilan akan produksi pangan meningkat. (Marina Sumarni Murati/ Mahasiswi Wisnuwardhana)