Kakak Adik Tewas Tenggelam di Embung Oepura

 Kupang, Suarakarumput.com--Nasib naas yang menimpa 2 orang kakak dan adik. Keduanya tenggelam di Embung Oepura, saat Pergi mencuci pakaian pada Minggu, (07/11/2021) petang.
Korban saat dibaringkan dirumah duka.(foto:istimewah)

Dua anak perempuan ini bernama Astin Mardolina Tenis ( 12), dan Ananda Stefani Tenis (10). Kedua anak ini merupakan warga Tuamahokab RT 06/RW 003 Dusun I, Desa Oekiu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupatrn Timor Tengah Selatan.

Kronologinya, pada Minggu (7/11/2021) petang, Semi Tui Tenis (14) mengajak kedua adiknya Asti dan Ananda yang adalah adik kandungnya, bersama 3 adik kandung lainnya, pergi ke Embung Oepura untuk mencuci pakaian.

Pada saat mencuci pakaian Astin Mardolina Tenis mengambil air dari dalam embung. Karena licin korban pun terpeleset dan jaduh kedalam embung. Karena embung itu sangat dalam korban pun tenggelam.

Pada saat itu Semi Tui Tenis, masih berada di ditepi jalan dan duduk diatas  sepeda motor. 

Karena melihat adiknya Astin tenggelam, Semi Tui Tenis ingin menolong adiknya yang tenggelam dan langsung masuk ke dalam embung.

Saat Semi hendak menolong Astin, Semi juga terpeleset dan hampir tenggelam. Melihat itu, Ananda ingin menolong kakaknya yang hampir tenggelam. 

Ananda langsung ikut masuk ke dalam embung untuk menolong kakaknya Semi. Namun karena embungnya penuh air dan cukup dalam, Ananda pun juga ikut tenggelam. 

Semi Tui Tenis pun berusaha keluar dari dalam embung dan berenang ketepi embung tersebut dengan maksud mencari pertolongan.

Semi memanggil Domi Saleh (39), yang kebetulan ada di sekitar embung tersebut.

Semi Tui Tenis bersama ketigaadik lainnya hanya bisa menangis melihat kedua adiknya tenggelam. 

Semi Tui Tenis menunjukan lokadi tenggelamnya kedua adiknya tersebut ke Domi Saleh.

Namun Domi juga tidak bisa berenang dan Domi kemudian memanggil Bernad Tateni. Namun juga tidak bisa juga berenang.

Mereka pun berteriak minta tolong kepada warga dan wargĂ  pun berdatangan ke lokasi embung dan melakukan pencatian kedua korban.

Sekitar pukul 17.00 tim pencari yang adalah warga pun menemukan Ananda Stifani Tenis.

Baru setengah jam kemudian Astin Mardolina juga pun ditemukan sekitar pukul 17.30.

Saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Keluarga dan warga pun langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah duka di Tuamahokab, Desa Oekiu, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS.

Pemeriksaan oleh Tim Medis pun dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. Tim Medis Puskesmas Panite yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, dokter Vinolia Sanam mendatangi rumah duka dan melakukan VER jenazah.

"Perkiraan kematian 6-8 jam" tandad Kapolsek Amanuba Selatan, Pokres TTS, Ipda Maks Tameno,SH.

DokterVinolia Sanam menyebutkan bahwa penyebab kematian disebabkan Hipoxia. Pada tubuh korban tidak ditemukan, luka dan kedua korban meninggal karena banyak menelan air.

Tim Identifikasi Polres TTS yang dipimpin oleh kaur identifikasi Aipda Yandry Tlonaen melakukan pemeriksaan kepada korban.

"Para tubuh para korban tidak ditemukan luka. Dugaan keras kedua korban murni meninggal dunia karena banyak menelan air, dikuatkan dengan ciri fisik korban keluar banyak air bercampur lumpur dari hidung dan mulut kedua korban," tandas Kapolsek Amanuba Selatan, TTS.

Keluarga menerima kematian kedua korban sebagai ajal dan menolak untuk dilakukan otopsi dan keluarga akan memakamkan korban.(Digtara.com)