Gadis 17 Tahun Dirudapaksa Oleh OTK Di Sawah Manggalima Babau -->

Header Menu

Gadis 17 Tahun Dirudapaksa Oleh OTK Di Sawah Manggalima Babau

Minggu, 28 November 2021

 Kupang, Suarakarumput.com- seorang gadis berinisial DMC (17), dianiaya dan dirudapaksa oleh seorang pria tak dikenal.

Peristiwa itu dialami oleh DMC di area sawah Manggalima, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Ilustrasi (int)

Korban DMC merupakan warga Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/11/2021) 

Dilansir dari Digtara.Com, selain memperkosa korban, pelaku OTK itu mengambil Handphone milik korban.

Korban sudah mengadukan kasus persetubuhan tersebut kepada Polisi di Polres Kupang, dengan Laporan Polisi nomor LP/B/265/XI/2021/NTT/Polres Kupang Tanggal 28 November 2021.

Kerabat Korban Mateus S (49), ketika melaporkan kasus ini menjelaskan awalnya kalau minggu  (28/11/2021), korban bertemu dengan rekannya  Eldi T (19) warga kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Eldi pun mengajak kprban ke sawah di Manggalima Kabupaten Kupang untuk mengecek sawah yang digarap oleh Eldi T.

Setibanya di sawah Eldi dan Korban duduk dibawah pohon untuk berteduh. Tina-tiba datanglah yang terlapor (orang yang tidak dikenal) dan langsung menganiaya Eldi T dengan cara memukul dengan menggunakan tangan kepal dan bambu kearah wajah dan badan Eldi T.

Eldi pun berlari dan meninggalkan korban dan terlapor.

Selanjutnya korban dicekik oleh pelaku dan menyeretnya kedalam sawah.

Terlapor membaringkan korban dan terlapor juga mengancam korban kemudian membuka baju korban dan menyetubuhi korban. 

Usai melakukan persetubuhan itu, pelaku mengambil handphone korban merk fione dan lari meninggalkan korban.

Atas kejadian tersebut, korban melapor kan kejadian tersebut agar diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Humas Polres Kupang Kota, Aipda  Lalu Randy Hidayat mengaku kalau kasus ini masih diproses secara pihak kepolisian.

Korban sudah divisum dan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Satuan Reskrim Polres Kupang serta memeriksa saksi-saksi.

"Polisi masih menyelidiki dan mencari pelaku karena korban dan saksi (Eldi T) tidak mengenal pelaku" ujarnya.