Pembunuhan Sadis Oleh Yustinus Tanaem Terhadap Seorang Gadis, Ini Keterangan Dokter Forensik dan Ahli IT dalam Sidang

 Kupang, Suarakarumput.com--Sidang kasus dugaan tindak pidana pembunuhan sadis dan pencabulan terhadap dua gadis remaja MB (18) dan YAW alias NW (19) dengan terdakwa Yustinus Tanaem (42) alias Tinus, terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi, Kabupaten Kupang, pada Senin (15/11/2021) berjalan lancar. Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.

Foto:Tinus Tanaem

Dipimpin Hakim Ketua Fransiskus Xaverius Lae, didampingi Hakim Anggota Afhan Rizal Alboneh, SH dan Fridwan Fina, SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Oelamasi Pethres M. Mandala, SH dan Shelter Wairata, SH.

Dua saksi ahli dihadirkan JPU masing-masing AKBP dr Edy Syahputra Hasibuan, spKF., MHKes, selaku ahli Forensik dari rumah sakit Titus Uly Kupang, dan ahli IT dari STIKOM Uyelindo Kupang, Yohanes Suban Belutowe, M.Kom.

Pethres M. Mandala, SH yang juga selaku  Kepala saksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Kupang, mengatakan, dokter ahli forensik dari RSB Titus Uly dalam keterangan dalam persidangan yang digelar secara virtual, menjelaskan bahwa sesuai hasil Autopsi terhadap jenazah korban MB, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada alat kelamin korban.

Dokter ahli menyimpulkan ada dua perbuatan terdakwa, yaitu selain menikam korban dengan benda tajam dibagian dada dekat leher dan juga perut, terdakwa juga diduga kuat mencabuli korban.

Hal ini ditandai dengan hasil autopsi terhadap organ vital korban, yang mana terdapat tanda gesekan dan lecet.

Sementara saksi ahli ITE Yohanes Suban Belutowe, dalam persidangan menerangkan bahwa, bukti percakapan antara korban dan terdakwa yang ditemukan di akum messenge facebook  dan telah diprint sebagai barang bukti, adalah asli.

Ada percakapan atara korban dan terdakwa, bahwa mereka akan bertemu. Percakapan mereka saling bertemu beberapa kali juga itu ada. Dalam percakapan itu ada rayuan dari terdakwa, terhadap korban MB , akan memberikan cincin, uang dan Handphone. Itu rayuan terdakwa biar bisa ketemu korban.

Semua percakapan ini dilakukan terdakwa menggunakan akun messenger dengan nama Yuven Black Sweet Yuven, sedangkan akun korban namanya Putri Sulung " urai Kasi Pitum.

Kasi Pidum melanjutkan, persidangan perkara ini akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dokter spesialis kejiwaan.

Sementara sidang pemeriksaan Yustinus Tanaem akan digelar dua pekan mendatang.

Sidang digelar secara daring, dimana terdakwa Yustinus Tanaem mengikuti persidangan dari Rutan kelas II B Kupang. Sementara Majelis Hakim, JPU dan Saksi menjalani sidang dari Ruang Sidang PN Oelamasi Kabupaten Kupang.