Seorang Petani Mencoba Bacok Seorang Nenek di Fatuleu, Malah Dikeroyok Warga Hingga Tewas

 Kupang-Suarakarumput.com--Apner Tanau (42), seorang petani warga Desa Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, meninggal setelah dikeroyok warga setelah mencoba membacok seorang nenek.

Ilustrasi pengroyokan

"Kejadiannya tadi sore sekitar pukul 16.00 wita" Ungkap pejabat Humas Polres Kupang Aiptu Randy Hidayat.

Kronologi:

Dilansir dari Kompas, Aiptu Randy mengungkapkan, kejadian bermula ketika Apner mengejar seorang nenek bernama Akolina Sole Paut (60) dengan memegang parang dan kayu. Tidak diketahui apa penyebabnya Akolina dikejar oleh Apner yang adalah tetangganya sendiri.

Saat kejar-kejaran Akolina yang ketakutan berteriak minta tolong pada keluarga dan orang-orang yang berada disekitar kejadian.

Sebanyak 6 orang yang sedang berkumpul di rumah Bernadus Tanau yang menyadari hal tersebut mencoba menegur dan melerai agar Apner berhenti mengejar Akolina.

Namun, bukannya berhenti, Apner yang sedang memegang parang dan kayu, malah menyerang warga yang coba menghentikannya. Akibatnya ada warga yang terluka akibat bacokan Apner dan luka akibat terkena pukulan batang kayu.

Tidak terima dengan kelakuan Apner, sejumlah warga yang merupakan keluarga dari enam orang tersebut, melakukan aksi balasan dan mengejar Apner.

Apner yang sendirian, lantas berlari dan masuk kedalam rumahnya. Warga pun beramai-ramai mengeroyok Apner.

"Ada warga yang menembak tubuh korban dengan menggunakan senapan angin dan ada juga yang melakukan  pelemparan batu ketubuh dan kepala korban," ungkap Aiptu Randy

Apner akhirnya meninggal dunia dilokasi kejadian usai dikeroyok warga dengan sejumlah luka dikepala dan tubuhnya.

kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Kepolisian Resor Kupang.

Polisi yang menerima laporan akhirnya datang ke tempat kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Mayat Apner dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan visum dan otopsi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi.

"saat ini, dua orang pelaku telah diamankan, yakni Kanisius Fuel (38) dan Simson Tanau (35), untuk proses hukumlebih lanjut," Kata Aiptu Randy (expontt.com)