Suami Tewas Ditangan Istri Dalam Kamar Tidur -->

Header Menu

Suami Tewas Ditangan Istri Dalam Kamar Tidur

Kamis, 11 November 2021

 Kupang, Suarakarumput.com--Istri dengan tega habisi suaminya sendiri didalam kamar tidur. Suaminya itu tewas secara menggenaskan. Peristiwa itu terjadi didalam kamar tidur rumah korban di Besanaek RT 25/ RW 11 Dusun III Desa Kesetnana, Kecamatan Molo Selatan,  Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada Kamis (11/11/2021) malam.

Ilustrasi

Soleman CH Manaka (58) tewas dibantai Istri Huriana Litik (51) menggunakan parang. Korban mengalami luka parah pada beberapa bagian tubuhnya.

Tustus Manaka (31), anak ke empat korban dan pelaku mengaku kalau pada Kamis (11/11/2021) malam sekitar pukul 19.00 wita ia pulang dari tempat kerja sebagai sopir.

Ia melihat pintu depan dan pintu belakang rumah dalam keadaan terkunci dari dalam runah.

Yustus memaksa untuk membuka pintu dan pintu depan rumah terbuka sehingga ia bisa masuk kedalam rumah tersebut.

Yustus mengaku mendengar suara pelaku berteriak-teriak dan terdengar bunyi benda yang sangat besar seperti suara memotong.

Yustus kemudian memanggil nama ayahnya namun tidak menjawab panggilannya.

Yustus berlari keluar rumah menuju ke rumah kakak ayahnya, Yusuf Manaka. Saat itu ia bertemu dengan kerabatnya Yerus Manaka.

Lalu keduanya berlari menuju rumah korban dan memanggil nama pelaku, akan tetapi pelaku hanya diam dan tidak keluar dari dalam kamarnya.

Beberapa saat kemudian Pelaku berkata dari dalam kamar  bahwa ia sudah membunuh korban.

Mendengar perkataan pelaku tersebut, Yustuf dan Yurus pergi keluar rumah dan mencari pertolongan agar bisa dilaporkan peristiwa tersebut ke Polres TTS.

Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, S.IK melalui kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim, SH, mengaku, setelah mendengar informasi tersebut, unit identifikasi Polres TTS langsung menuju ke TKP.

Saat tiba di TKP, tim mendapati pelaku masih didalam kamar dan masih memegang parang.

Anggota piket SPKT Polres TTS dibantu oleh beberpa warga setempat berusaha menenangkan pelaku kemudian diamankan di Polres TTS.

Saat polisi melakukan olah TKP, ditemukan korban dalam posisi tidur menyamping kanan diatas spring bad.

Posisi tangan kiri terlipat di belakang danbterdapat luka robek pada pergelangan tangan.

Tangan kanan terlipat didepan dada serta kaki kiri terlipat membentuk sudut 90 derajat diatas kaki kanan sedangkan kaki kanan lurus dibawah kaki kiri.

Pada sekitar kepala korban berhamburan otak bercampur darah. Posisi celana korban turun hingga paha korban.

Dikamar tersebut ditemukan sebilah parang di pintu kamar dan parang tersebut berlumuran darah dan rambut.

Saat ditemukan korban mengenakan jaket berwarna hitam bermerk Trasher, baju kaos putih berlengan pendek, celana lewis berwarna biru kusam, celana pendek short berwarna merah muda.

Polisi menemukan luka pada tubuh korban yakni luka menganga pada kepala, dari kepala bagian belakang hingga pada bagian pipi kiri.

Luka robek pada bagian bibir atas dan luka robek pada dagu.

Sementara telinga kiri tidak dapat diidentifikasi karena mengalami luka yang tidak beraturan.

Ada pula luka robek pada bagian bahu kiri serta luka robek pada tangan kiri, yaitu pada pergelangan tangan (nyaris putus), dan 2 luka robek dekat pergelangan tangan kiri bagian atas.

Selain itu luka robek pada bagian telunjuk jari kiri (nyaris putus), luka robek pada perut bagian kiri, luka robek pada pinggul bagian belakang kiri, luka robek pada telapak kaki kiri bagian luar.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUD Soe maka disimpulkan bahwa diduga kuat korban meninggal dunia akibat luka pada kepala ( cidera otak berat) sehingga mengakibatkan korban banyak mengeluarkan darah (pendarahan)," ujar Kasat Reskrip Polres TTS.

Selanjutnya, usai olah TKP dan visum jenazah korban diserahkan kembali ke keluarga korban untuk dimakamkan. (digtara.com)