6 Poin Tuntutan PMKRI Cabang Kupang Dalam Aksi Demonstrasi

 Kupang, Suarakarumput.com- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius menggelar demonstrasi pada, Rabu (02/12/2021) yang berlangsung di Depan Polda NTT dan Depan Kantor Gubernur NTT. Kegiatan tersebut digelar mulai pukul 09.00 WITA sampai Selesai.

Demonstrasi PMKRI Cab. Kupang Depan Kantor Gubernur NTT.

Adapun Aksi tersebut dihadiri oleh anggota PMKRI Cabang Kupang.

Presidium Gerakan Masyarakat (GERMAS), Toni Uspupu, menjelaskan bahwa aksi ini di gelar sebagai bentuk kekecewaan, dimana sebagai seorang Gubernur mengeluarkan Kata-kata Rasis dan Intimidasi terhadap masyarakat Sumba Timur dalam perdebatan yang beredar luas di media sosial.

"Gubernur mengeluarkan pernyataan bersifat rasis kepda masyarakat Sumba, kemudian dugaan kami bentuk intimidasi terhadap masyarakat Sumba, sehingga itu yang membuat kami kecewa. Masa seorang Gubernur, publik figur tapi kemudian mengeluarkan pernyataan yang mencerai berai negara NKRI ini, lebih NTT ini apa lagi NTT dikenal tinggi toleransi" tuturnya.

Toni mengharapkan agar kita semua harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan serta keharmonisan.

"Kita harus menjaga kesatuan, keharmonisan dalam kehidupan bernegara" pungkasnya.

Menurutnya soal pembangunan kita semua sangat mendukung, namun bagaimana cara yang terbaik agar tidak mencederai orang lain.

"Soal pembangunan, kita sangat mendukung baik dari visi misi Gubernur soal daging premium tapi langkah-langkah yang diambil soal pendekatan yang manis, pendekatan budaya itu yang kita dukung" ungkapnya.

Kemudian dalam aksi tersebut juga menuntut Kapolda NTT agar usut tuntas pelaku pembunuhan terhadap Ibu dan anak yang terjadi di Penkase, Oeleta Kota Kupang.

"Kita Mendukung Polda NTT untuk mengusut dan mengungkap pelaku utama yang menyebabkan atau membunuh ibu dan anak. Kita serahkan kepada penyidik untuk dengan cara mereka masing-masing untuk harus mengungkap kasus ini. Sebagai PMKRI kita empati karena memang pembunuhan itu bagi kita tidak manusiawi, apalagi kita hidup di Kota Kasih tapi kok ada kejahata-kejahatan seperti pembunuhan" ucapnya.

Dalam aksi tersebut terdapat 6 poin  tuntutan, yaitu

1. Mengecam tindakan Gubernur NTT yang diduga telah melakukan intimidasi terhadap masyarakat Sumba Timur (Premanisme)

2. Mendesak Gubernur NTT untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atau publik atas pernyataan rasisme (Monyet) terhadap Masyarakat Sumba Timur.

3. Mendesak Polda NTT sebagai pihak penegak hukum segera memanggil Gubernur NTT untuk dimintai keterangan terkait pernyataan rasis dan intimidasi terhadap Masyarakat Sumba Timur

4. Mendesak Polda NTT segera menangkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan atas Ibu dan Anak di Kelurahan Penkase, Oeleta Kota Kupang.

5. Mendesak Polda NTT agar bersifat transparan dalam menangani kasus pembunuhan atas Ibu dan Anak di Kelurahan Penkase, Oeleta Kota Kupang.

6. Mendesak Polda NTT segera usut tuntas kasus atas pembunuhan Ibu dan Anak di Kelurahan Penkase, Oeleta Kota Kupang.