Renungan Natal Singkat 2021 Tentang Persaudaraan Dimasa Pandemi -->

Header Menu

Renungan Natal Singkat 2021 Tentang Persaudaraan Dimasa Pandemi

Kamis, 23 Desember 2021

 

Renungan Natal Singkat 2021 Tentang Persaudaraan Dimasa Pandemi
SUARAKARUMPUT.COM -- Berikut renungan natal singkat 2021 tentang persaudaraan dimasa pandemi.

Natal telah tiba. Semua umat kristianai menyongsong dengan penuh sukacita.

Tahun ini sama seperti tahun llalu. Natal ditengah pandemi. Situasi ini mencekam dan membuat situasi natal tidak sama seperti sedia kala. Berjumpa dan berlibur ke kampung halaman bersama-sama sanak saudara.

Natal tahun ini tidak beda jauh natal tahun lalu. Namun apa boleh buat.

Situasi ini meraasa banyak yang telah berubah dari kebiasaan kita dari dulu. Natal yang tidaak bisa bertemu sesama di gereja dan saling berbagi damai natal.

Tahun ini dan tahun lalu hanya natal di rumah saja.

Pandemi ini membawah segala perubahan sampai pada titik terkecil sekalipun.

Namun dalam situasi dan kodisi seperti ini kita dituntut untuk menjadi pribadi yang kuat. 

Menjadi manusia yang rela tidak mengalami sukacita bersama sanak saudara seperti tahun-tahun sebelumnya.

Natal dalam situsai pandemik ini menuntun kita pada suatu jalan bahwa kebesaran Tuhan akan tetap ada.

Natal memang identik dengan suka cita dan kedamaian. Namun karena situasi saat ini tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan diri tetap berbagi kasih dan kedamaian dengan sesama.

Berdasaarkan tema natal tahun 2021 ini dimana dituntut untuk mengedepankan rasa persaudaraan.

Kita mesti bisa menjadi manusia yang saliing mengasihi satu dengan yang lain. Menjadi manusia yang siap membuka diri bagi sesama dengan hati yang terbuka.

Kristus sendiri adalah sumber suka cita. Dari pada-Nya kita akan memperoleh suka cita yang berlimpah dalam hidup.

Cinta kasih bersumber dari Kristus sendiri. Kita sebagai manusia hanya patuh dan menjalankannya.

Adapun tema natal tahun ini, yaitu Cinta kasih Kristus yang menggerakan persaudaraan.

Meneladani Yesus dalam hal cinta kasihnya yang besar kepada semua manusia tanpa pandang siapa dia.

Kita pun dituntut untuk mencintai, mengasihi sesama kita. Dengan begitu kita sudah mengambil bagian dalam cinta kasih Allah.

Tema natal ini mengadung makna yang sangat medalam. 

Persekutuan gereja dan konferensi waligereja Indonesia mengingatkan kepada kita semua agar dengan natal kita saling mengasihi satu dengan yang lain dengan segenap hati didalam kasih perssaudaraan yang tulus dan ikhlas melalui tindakan belarasa.

Kelahiran Kristus kedunia ini memberikan kita kekuatan untuk menemukan cara yang baik, dan kreativ unuk mengasihi, mewartakan keadilan dan membawa damai sejati.

Apalagi ditengah tantangan badai pandemik yang melanda dunia, berharap kita semakin sadar bahwa kita adalah saudara yang semestinya saling mengasihi.

Kita adalah saudara dalam menghadapi badai pandemik covid-19 ini.

Sebagai orang Indonesia yang memiliki dasar pemikiran hidup persaudaraan sebagai ciri kita akan semakin kuat untuk mewujudkan persaudaraan tersebut ditengah pandemik ini.

Dengan tema “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakan Persaudaraan” natal ini kiranya tidak menjadi perpecahan diantara kita sebagai sesama saudara, sebangsa dan setanah air.

Memang, pada dasarnya nata membawa suka cita dan kedamain bagi umat kristiani. 

Buka menutup kemungkinan untuk tidak membagikan suka cita tersebut kepada sesama.

Kita bersuka cita secara bersam dalam persaudaraan.

Natal akan memperbaharui diri kita yang mati.

Diri kita yang mati akan cinta kasih, persaudaraan, dan kebersamaan.

Semoga dengan natal kita dilahirkan kembali dari keterpurukan diri kita.

Marilah kita menjadi manusia yang baru, saling mengasihi, mengampuni, dan hidup dalam lingkaran persaudaraan.

Semua orang mengharapkan akan kedamaian dan cinta kasih. Makaa marilah kita menyongsong natal dengan penuh suka cita.

Jauhkan segala kedengkian, iri hati, dan kebencian agar kedatangan sang penyelamat menjadi lebih berarti.

Natal buka hanya sekedar rutinitas. Tetapi ada yang llebih spesial dari padanya.

Natal membawa kita pada suatu permenungan panjang akan keberadaan kita dan kesadaran kita akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita selam satu tahun berlalu.

Natal memperbaharui segalanya.

Tingkah laku, kebiasaan buruk, dan segala kesesakan kita di bersihkan pada momen Kelahiran Sang Penyelamat.

Semoga dengan tema yang terpampang jelas menjadi kekuatan kita dalam menyongsong natal

Demikianlah renungan natal singkat 2021 tentang persaudaraan dimasa pandemi.***