Bacaan Injil dan Renungan Katolik Jumat 21 Januari 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Jumat 21 Januari 2022

Patris Trikora
Rabu, 19 Januari 2022

Suaraakarrumput.com—Berikut Bacaan Injil dan Renungan Katolik Jumat 21 Januari 2022

Bacaan Pertama 1 Samuel 24:3-21. "Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tangan mu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik"

24:3 Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.

24:4 Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.

24:5 Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;

24:6 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

24:7 Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.

24:8 Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: "Tuanku raja!" Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah.

24:9 Lalu berkatalah Daud kepada Saul: "Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?

24:10 Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.

24:11 Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kau ketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.

24:12 TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

24:13 seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.

24:14 Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!

24:15 Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.

24:16 Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.

24:17 Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.

24:18 Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.

24:19 Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.

24:20 Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.

24:21 Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku."
Bacaan Injil dan Renungan Katolik Jumat 21 Januari 2022


Bacaan Injil Markus 3:13-19. "Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya  untuk menyertai Dia."

3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.

3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,

3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,

3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,

3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.


RENUNGAN

Pada Bacaan Pertama di atas kita di ingatkan tentang 2 hal yaitu hati nurani berperan sebagai alarm dan mengasihi Musuh seperti Daud.

1. Hati Nurani Sebagai Alarm

Pada bacaan pertama 1 Samuel 24 ayat yang ke 4 berbunyi "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik."

Manusia dianugerahi Tuhan hati nurani. Jika kita akan melakukan dosa, hati nurani akan mengingatkan. Seolah-olah ia berkata, "Jangan lakukan itu!" Akan tetapi kalau peringatan hati nurani ini selalu kita tepis dan kita tetap melakukan dosa, maka lama kelamaan suara hati nurani ini akan semakin tidak terdengar. Hati-hati, itulah jerat dosa!

Kesempatan Daud untuk menyingkirkan Saul yang ingin membunuhnya, tanpa disangka-sangka terbuka. Teman-teman Daud mendorongnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bukankah Daud berhak membela dirinya dengan menyingkirkan orang yang mengancamnya?

Apalagi Tuhan pun sudah mempersilakan Daud untuk berbuat sesuatu yang dipandang baik olehnya. Tetapi Daud tidak menggunakan kesempatan itu. Mengapa?

Karena Daud mendengarkan hati nuraninya, maka ia memilih tidak membunuh Saul. Ia merasa tidak berhak menghukum Saul, karena Saul adalah raja yang diurapi Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak menghukumnya. Daud tidak berhak menjamahnya.

Apa yang dipandang baik oleh Daud adalah segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi semua orang. Akhirnya Saul pun mengakui bahwa dirinya salah dan Daud benar. Saul juga meminta Daud agar kelak setelah berkuasa tidak membalaskan perbuatan jahatnya dengan membinasakan keturunannya.

Mari bersyukur kepada Tuhan untuk hati nurani yang Tuhan berikan sebagai alarm sebelum kita melangkahkan kaki melakukan perbuatan dosa.

2. Mengasihi Musuh Seperti Daud

Dalam relasi antar sesama, tak jarang ada orang-orang yang seharusnya berdekatan tetapi terkadang justru bermusuhan. Ada kakak memusuhi adiknya, menantu tidak akur dengan mertua, atau ketidakcocokan dengan kerabat di keluarga besar.

Hari ini kita membaca pula mengenai ketidakakuran, bahkan permusuhan yang terjadi antara Saul dan Daud. Saul yang dipicu oleh iri hati berniat membunuh Daud, tetapi Daud justru merespons dengan berbuat kasih.

Jika seharusnya ada relasi yang baik antara keluarga, tak begitu yang terjadi antara Saul dan Daud. Amarah yang tak terkendali membuat Saul tega memburu Daud seperti seorang yang memburu musuh abadinya.

Masalah yang diawali dari perkara yang sepele, ketika Saul mendengar nyanyian yang berisi pujian terhadap kehebatan Daud yang dianggap lebih hebat dari Saul (1Sam. 18:6-9).

Namun hebatnya, ketika ada kesempatan membalas, Daud tak mempergunakan kesempatan itu. Ia hanya berani memotong punca jubah Saul. Itu pun sudah membuatnya berdebar-debar (ayat 5-6).

Itulah yang mengherankan Saul, sehingga akhirnya ia menyadari kesalahan yang timbul dari kejahatan hatinya. Tindakan kasih Daud tak hanya membuat hati Saul tersentuh, bahkan ia mendoakan kebaikan untuk Daud (ayat 20).

Dalam relasi dengan sesama, terutama mereka yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi kita, jangan biarkan diri kita dikendalikan oleh sikap mereka, sehingga kita tak dapat menyatakan kasih. Tirulah cara Daud dalam mengasihi Saul, supaya Tuhan dapat memakai hidup kita untuk berbagi kasih kepada sesama.

Pada Bacaan Injil Suci hari ini juga Markus menulis bahwa Yesus naik ke atas bukit dan di sanalah Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya.

12 orang pilihan-Nya yang selanjutnya bersama-sama dengan Dia untuk memberitakan Injil. Pemilihan ini merupakan suatu anugerah dan hak istimewa yang Yesus berikan kepada mereka.

Awalnya, murid-murid inilah yang selalu bersama dengan Yesus. Di antara para murid, ada yang pertama kali dipanggil untuk mengikuti-Nya, yaitu Simon, Andreas, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes.

Dapat kita perhatikan, mereka yang dipilih Yesus menjadi murid-Nya sama sekali tidak memiliki kriteria yang menonjol. Ada yang bekerja sebagai nelayan, pemungut cukai, dan orang biasa.
Yesus memanggil mereka untuk menjadi rasul bukan berdasarkan kekuatan, kepintaran dan kebaikan mereka.

Maka Melalui pembaptisan pun kita terpilih dan dipanggil untuk menjadi murid-murid Yesus. Demikian pula yang dilakukan oleh para rasul pilihan Yesus.

Kita yang telah dibaptis dalam Roh Kudus pun memiliki kuasa untuk menghalau kekuatan jahat, selain tanggung jawab tugas kita untuk menjadi pewarta Injil.

Mengenal dan percaya pada Yesus adalah anugerah. Inisiatif dari Allah sendiri. Maka, panggilan itu adalah karunia cuma-cuma bagi orang-orang pilihan-Nya. Hal tersebut bukan karena kemampuan dan kehebatan kita (manusia) tapi karena kita berharga di mata Allah.

Dalam segala hal, setiap waktu, sebagai orang percaya, kita wajib untuk memperdalam relasi kita dengan Tuhan Yesus. Kita perlu untuk mendekatkan diri dengan membaca kitab suci, turut serta dalam Ekaristi serta berpartisipasi dalam pelayanan melalui aktivitas harian kita.

DOA

Allah Bapa sumber kabar gembira, Engkau memanggil mereka yang Kau kehendaki mewartakan sabda Putra-Mu ke seluruh dunia. Semoga kami pun mampu mewartakan berita kebaikan-Mu kepada sesama. Demi Nama-Mu yang Kudus kini sepanjang segala masa. Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Jumat 21 Januari 2022, kiranya kita semua mampu menjadi pewarta kasih Tuhan bagi sesama. Semoga***