Bacaan Injil dan Renungan Katolik Rabu 19 Januari 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Rabu 19 Januari 2022

Patris Trikora
Senin, 17 Januari 2022

Suaraakarrumput.com—Berikut Bacaan Injil dan Renungan Katolik Rabu 19 Januari 2022

Bacaan Pertama 1 Samuel 17:32-33, 37, 40-51Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu.

17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."

17:40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

17:41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.

17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

17:44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Rabu 19 Januari 2022


Bacaan Injil Markus 3:1-6Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?

3:1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

3:2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

3:3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"

3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.

3:5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

3:6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

RENUNGAN

Pada bacaan pertama di atas kita melihat bagaimana Tuhan menunjukkan kuasa-Nya atas orang yang mengandalkan-Nya dalam menghadapi persoalan seperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama diatas tentang bagaimana Daud yang masih muda berperang melawan seorang prajurit perang dari bangsa  Filistin  dan bagaimana Daud memenangkan peperangan itu.

Kemenangan atas Goliat diperoleh Daud karena imannya kepada Allah yang telah diuji dan dibuktikan dalam hidupnya. Kita dapat menemukan lima faktor khusus yang menghasilkan kemenangannya antara lain:

Daud mengasihi Allah (lih. 1Sam 16:7) yang membuatnya senantiasa mencari Allah dan wajah-Nya (bd. 1Taw 16:10-11),

Daud bersemangat dan sangat memperhatikan kehormatan Tuhan Allah Israel (ayat 1Sam 17:26,36,46). Ia menyadari bahwa Goliat bukan saja menantang bala tentara Israel, tetapi Tuhan Yang Mahakuasa.

Kepercayaan Daud akan kuasa Tuhan telah diperkuat oleh ingatannya akan masa-masa sebelumnya ketika ia berdoa dan mengalami kelepasan dari Allah (ayat 1Sam 17:34-37; bd. Mazm 29:3-4).

Daud tidak mengandalkan dirinya tetapi Allah dalam mengalahkan Goliat dan orang Filistin (ayat 1Sam 17:37,45-47; bd. Mazm 33:16-17; 44:7-8; Hos 1:7).

Roh Tuhan turun dengan kuasa di atasnya (1Sam 16:13). Manakala anak-anak Allah menghadapi persoalan dan situasi yang tampaknya tidak dapat diatasi, maka raksasa-raksasa tersebut dapat dikalahkan jikalau kita menggunakan iman seperti Daud dan bersandar kepada kuasa Roh Kudus (lih. Ef 3:20-21; Fili 4:13).

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah diatas adalah selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup yang kita alami, yakin dan percaya bahwa Tuhan mampu melakukan segala sesuatu yang kelihatan mustahil bagi manusia asalkan kita benar-benar percaya dan setia kepada Tuhan.

Hal yang menjadi permenungan kita ialah sudahkah kita dengan penuh iman menyerahkan segala persoalan hidup kita kepada Tuhan? Ataukah kita masih terus mengeluh dan menyalahkan Tuhan atas masalah hidup kita?

 

Pada baacaan injil kudus hari ini juga membawa kita pada suatu permenungan iman yang mendalam tentang bagaiman Orang yang keras hati biasa berpegang teguh pada pendiriannya sekalipun salah. Ia sulit menerima pendapat orang lain. Ia selalu mencari sisi negatif dari diri orang lain. Karena itu, ia cenderung mempersalahkan orang lain.

Dalam kisah Injil hari ini, kita bisa melihat sikap keras hati itu dalam diri orang-orang Farisi. Mereka mencari-cari alasan dan kesempatan untuk mempersalahkan Yesus. Berhadapan dengan kedegilan hati mereka itu, Yesus dengan tegas dan tanpa takut menegur sikap mereka itu, ”manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?

Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Kata-kata Yesus itu merupakan pukulan telak atas sikap mereka itu. Yesus menunjukkan bahwa berbuat benar dan baik untuk keselamatan manusia berada di atas segala aturan dan hukum.

Orang yang keras hati selalu mencari kesalahan orang lain. Sebaliknya, orang yang berbelas kasih selalu mencari cara untuk memperbaiki kesalahan orang lain.

Prinsip kita ialah selalu berbuat baik dan benar demi kebaikan sesama. Lebih baik melakukan sesuatu yang menyelamatkan dan menguntungkan dari pada menghancurkan dan merugikan orang lain. Bagaimana dengan kita?

DOA

Ya Tuhan, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu sehingga kami selalu berusaha mencari jalan untuk melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan dan kesalamatan sesama kami. Terangilah hati dan budi kami agar kami pun semakin Kau teguhkan di saat menghadapi berbagai tantangan dan godaan dalam hidup ini.

Jadikanlah kami pula sebagai pribadi yang selalu mengandalkan dan mengutamakan Engkau dalam melakukan segala aktivitas kami, Berkatilah juga segala kegiatan kami pada sepanjang hari ini. Dengan Perantaraan Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Rabu 19 Januari 2022, semoga segala aktivitas kita di berkati oleh Tuhan dan kiranya kita semua dapat menjadi sumber berkat bagi sesame. Semoga***