Bacaan Injil dan Renungan Katolik Sabtu 15 Januari 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Sabtu 15 Januari 2022

Patris Trikora
Kamis, 13 Januari 2022

Suarakarumput.com--Berikut Bacaan Injil dan Renungan Katolik Sabtu 22 Januari 2022

Bacaan Pertama 1 Samuel 9:1-4, 17-19; 10:1a "Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan! Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya".

9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.

9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

9:3 Kish, Ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."

9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.

9:17 Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."

9:18 Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"

9:19 Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.

10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Sabtu 15 Januari 2022

Bacaan Injil Markus 2:13-17 "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.

2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"

2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Renungan

Percayakan hidup pada-Nya. Tiada orang yang mengerti apa yang akan terjadi hari esok. Hidup manusia bagaikan uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Hari ini ada besok bisa tidak ada, hari ini sehat besok bisa sakit, dan sebagainya. Rencana yang dibuat manusia bisa berhasil, tetapi bisa pula gagal.

Demikian pula dengan Saul. Dia sosok muda yang elok rupa, tinggi besar, dan berasal dari keluarga berada, tetapi rendah diri karena berasal dari keturunan Benyamin yang kecil dan hina. Siapa sangka Tuhan akan memilih orang seperti Saul untuk menjadi raja atas Israel? Cara Tuhan memilih pun unik. Dia merancang pertemuan Saul dengan Samuel lewat peristiwa yang khusus. Saat disuruh ayahnya mencari kawanan keledai yang hilang, Saul taat.

Karena tak kunjung menemukan apa yang dicari, ia kemudian meminta petunjuk seorang abdi Allah. Pada saat yang sama Allah mengutus Samuel dengan tujuan yang jelas, yaitu untuk mengurapi Saul sebagai raja. Walau separuh percaya, Saul mengikuti Samuel dan Samuel menyatakan penghormatannya kepada Saul dengan memberi tempat terhormat dalam suatu perjamuan.

Seringkali dalam hidup ini kita merasa kecil, lemah, miskin, dan hina. Pada saat itu kita merasa rendah diri dan tidak berarti. Bukan tidak mungkin kita akan bertanya-tanya, apakah yang akan terjadi pada diriku esok? Apakah keadaanku nanti akan lebih baik? Apakah aku akan berhasil suatu saat nanti?

Hal ini bisa menimbulkan kekawatiran, kecemasan dan ketakutan. Namun kita perlu mengerti bahwa Tuhan merancang orang percaya untuk masa depan yang penuh harapan dan damai sejahtera, bukan rancangan kesengsaraan. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Tuhan bukan merancang kemiskinan, kejahatan, atau sakit penyakit, pada anak-anak-Nya yang mengasihi Dia. Yang penting, kita taat pada Tuhan Yesus. Niscaya Dia akan memberkati kita. Allah adalah Bapa yang sangat baik bagi kita. Mari percayakan hidup kita ke dalam tangan-Nya.

Pada bacaan Injil hari ini pun kita dibawa pada suatu refleksi Iman yang paling dalam yakni apakah kita Meneladani sikap Farisi atau Yesus?

Bagaimana sikap kita terhadap orang yang kita anggap jahat? Seandainya ada tetangga kita yang mantan narapidana kembali ke rumahnya, bagaimana kira-kira sikap kita dan lingkungan kita terhadap dia? Mungkin sebagian besar akan menjauhi dia. Bahkan berprasangka buruk terhadap dia. Lalu apakah Allah juga menjauhi dia?

Perikop Injil hari ini menunjukkan hal yang berbeda. Yesus memanggil Lewi, si pemungut cukai, untuk mengikut Dia. Ini menimbulkan tanda tanya besar dalam benak ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Apalagi Yesus bukan hanya memanggil Lewi, tetapi ikut makan juga di rumahnya bersama pemungut cukai lain dan orang-orang berdosa.

Bagi orang-orang Farisi yang setia memelihara Hukum Taurat, pemungut cukai serta orang-orang berdosa adalah kelompok yang harus dijauhi. Tak layak untuk didekati sebab para pemungut cukai bekerja untuk pemerintahan Romawi yang dianggap kafir. Maka mereka pun dianggap menjadi najis. Apalagi mereka bekerja dengan tamak. Orang-orang berdosa juga harus dijauhi karena mengingkari Hukum Taurat dan melanggar peraturan Farisi.

Namun bagi Yesus, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa harus dirangkul masuk ke dalam Kerajaan Allah. Orang-orang tersebut bagai orang sakit yang harus disembuhkan. Dan itulah tujuan utama kedatangan Yesus, yaitu untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat. Dengan demikian kehadiran Kerajaan Allah menjadi nyata bagi kaum yang tersisih.

Sebagai pengikut Kristus, bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang dikucilkan? Sebagai gereja, apakah kita sudah peka dan membuka mata hati bagi orang-orang yang disingkirkan? Ataukah gereja yang telah mengalami penerimaan Allah bersikap tak peduli? Atau malah terjun sebagai pemain baru dan ikut mengucilkan orang-orang yang dipinggirkan?

Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati seperti Dia: melihat bahwa orang berdosa memerlukan Kristus.

Doa

Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa kebencian dan penolakan bersifat merusak, sementara cinta kasih dan pengampunan adalah syarat mutlak untuk memperoleh kesembuhan yang paling mujarab. Engkau menunjukkan semua ini dalam kehidupan-Mu sendiri, namun sebagai makhluk yang lemah kami mohon mampukanlah kami untuk meghilangkan rasa ego, sombong, tamak kami.

Ajarilah kami untuk mampu peduli kepada sesama kami. Bentuklah kami agar memiliki kerendahan hati seperti yang Engkau miliki. Nama-Mu kami Puji kini dan sepanjang masa. Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Sabtu 15 Januari 2022, Kiranya kita semua dapat menjadi berkat bagi sesama dan menjadi pribadi yang bermurah hari. Semoga***