Renungan Katolik Jumat 7 Januari 2022 Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir

 SUARAKARUMPUT.COM -- Simak renungan katolik Jumat 7 Januari 2022 Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir

Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang bagaimana Yesus Kristus mentahirkan seorang penderita kusta.

Kasih karunia Yesus Kristus kembali ditunjukan kepada kita melaui bacaan suci hari ini.

Apa yang menjadi pesan dari bacaan suci hari ini untuk kita?

Bagi orang percaya akan karya keselamatan Allah yang maha dasyat, saya tentunya melihat betapa besar kasih Allah dalam hidup kita sehari-hari.

Tentu banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang membawa kita pada sukacita besa dalam keseharian kita.

Hari ini Yesus Kristus mengajarkan kepada kita tentang keyakinan dan kepercayaan terhadap kuasa-Nya dan Kemuliann yang ada pada diri-Nya.

Keyakinan seorang penderita kusta membawanya pada keselamatan dan penyembuhan sejati.

Kata-katanya bermakna pengharapan dan iman kepada Yesus Kristus. 

Hal itu disampaikannya dengan penuh rintihan agar Yesus Kristus  Anak Allah dari Nazaret itu bisa menyembuhkannya dari kusta yang sedang dideritanya.

“Tuan jika Tuan mau, Tuan dapat  mentahirkan aku,”

Melihat kebesaran iman dan harapan dari seorang penderita kusta tersebut Yesus Kristus menaruh Cinta kasih-Nya kepadanya.

Apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus?

Renungan Katolik Jumat 7 Januari 2022 Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir

Ia mengulurkan tanga kasih-Nya. Seketika itu penderita itu menjadi tahir yang artinya ia telah bebas dari cengkraman dan belenggu kusta.

Saat ini pun kita sebagai manusia yang hidup dizaman sekarang.

Tidak sedikit kita mengalami pergulatan dan pergumulan karena berbagai persoalan dalam diri kita.

Tidak jarang pula kita meminta agar tuhan melepaskan kita untuk keluar dari cengkraman dan belenggu persoalan itu.

Bahkan kadang kita paksa Tuhan untuk menuruti kehendak hati kita, menuruti keinginan kita, dan segera Tuhan kabulkan permohonan kita.

Bagi Tuhan, bolelah kita memohon pada-Nya dan menaruh harapan pada-Nya.

Karena justru itulah yang Tuhan mau kita lakukan.

Namun, tentu semua itu dilakukan denga iman.

Iman yang tidak setengah-setengah, harus  seratus kali lipat persen menaruh kepercayaan kepada-Nya.

Pertanyaannya, apakah kita sudah menaruh kepercayaan yang besar kepada Tuhan?

Dalam bacaan pertama hari ini, Allah menegaskan kepada kita tentang bagaimana kita menaruh kepercayaan akan keselamatan kekal yang berasal dari Allah dan kehidupan kekal untuk kita yang percaya kepada Anak-Nya yang Dia utus kepada dunia.

Anak-Nya, Yesus Kristus menjadi jalan menuju kehidupan kekal abadi yan g dimana kita kan hidup bersama dengan Allah dalam damai sukacita.

Kita yakin dan percaya bahwa, hanya dengan Yesus Kristus putera-Nya kita dapat memperoleh kehidupan kekal.

Allah berfirman bahwa Dia telah mengaruniakan kepada kita manusia kehidupan kekal dan hidup itu ada didalam Anak-Nya.

Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup dan barangsiapa tidak memiliki Dia, dia tidak memiliki hidup.

Inilah kesaksian yang menuliskan tentang beta besar Pengaruh Anak terhadap kehidupan kekal abadi yang dijanjikan oleh Allah kepada kita.

Namun lagi-lagi Allah menekankan kepada manuisa untuk yakin dan percaya kepada Anak-Nya itu.

Mau hidup kekal, maka hidup dan percayalah kepada Yesus Kristus.

Kalau tidak mau hidup kekal, maka jangan percaya kepada Yesus Kristus.

Luar biasa sebenarnya kasih karunia Allah untuk kita manusia. Namun respon yang lambat dan bahkan acuh tak acuh membutakan kita dari kebaikan Tuhan tersebut.

Puncak kehadiran Yesus Kristus dalam diri kita adalah ketika menyambut dan menerima-Nya dalam sakramen ekaristi.

Saat itulah Dia masuk kedalam diri kita dan berdiam didalam kita.

Doa renungan katolik Jumat 7 Januari 2022

Allah yang maha kuasa berkatilah kami anak-anak-Mu yang selalu banyak memohon berkat dari-Mu.

Kuatkanlah harapn dan iman kami untuk memperoleh kehidupan kekal dan keselamatan yang kekal yang Engkau Janjikan dalam hidup kami. Amin

Demikian renungan katolik Jumat 7 Januari 2022 Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir.

Semoga allah senantiasa menyertai kita semua dalam suka maupun duka kita dan dalam segala kegiatan kita hari ini. Amin.***