Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 17 Februari 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 17 Februari 2022

Patris Trikora
Selasa, 15 Februari 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 17 Februari 2022.

Bacaan Pertama Yakobus 2:1-9 "Bukankah Allah memilih orang-orang miskin? Tetapi kalian telah menghina orang miskin."

2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,

2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",

2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?

2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?

2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.

2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 17 Februari 2022

Bacaan Injil Markus 8:27-33 "Yesus harus menanggung banyak penderitaan, ditolak, hingga dibunuh"

8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"

8:28 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."

8:29 Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"

8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

RENUNGAN KATOLIK 

Dalam Bacaan Pertama diatas kita dapat melihat bagaimana sikap memandang muka berdasarkan kekayan atau penmpilan lahiriah orang ditunjukan sebagai suatu dosa yang amat besar. Hal seperti ini sangatlah lumrah terjadi dalam kehidupan kita saat ini.

Namun Yakobus dalam Bacaan Pertama diatas menegaskan bahwa berbagai kejahatan kerap kali disebabkan oleh kekayaan dan kebesaaran duniawi.

Dosa yang mendalam terjadi ketika orang bertumpu pada kemegahan duniawi bukan mengandalkan kehendak Allah. 

“Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?” (Yak 2:6-7)

Namun pada ayat selanjutnya Yakobus memberikan suatu solusi mutlak bahwa mengasihi adalah kunci  dari perbuatan baik. Atau dengan kata lain perbuatan baik tentunya harus dilandasi dengan kasih. Dalam baccan diatas tertulis "Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik" (Yak. 2:8) 

“Ada banyak orang yang mengenal kita namun hanya sedikit yang memahami kita” Demikianlah kenyataan hidup di mana kerap kali orang saling menghakimi dan saling memberi label kepada orang lain tanpa pengalaman yang mendalam. Kerap kali orang justru lebih mempercayai dan mendasarkan dirinya pada kata-kata orang lain. Suatu pengenalan tidak akan pernah benar-benar tepat ketika seseorang malah mengambil jarak dan menolak untuk bergaul, saling mengalami dari hati ke hati ke hati.

Bacaan Injil hari ini sungguh sangatlah indah. Dimana Yesus menguji pengenalan dan pemahaman Petrus dan para murid tentang diri-Nya. Yesus menguji pemahaman mereka tentang siapa diri-Nya dengan pertama-tama mempertanyakan pendapat banyak orang. ” Kata orang siapakah aku ini?” Dari pertanyaan itu Yesus mendapat jawaban yang positif. Banyak orang menganggap Yesus sebagai salah seorang dari para Nabi, bahkan Yesus diidentikkan dengan Yohanes Pembaptis dan Nabi Elia.

Lantas pertanyaan Yesus semaikn personal. "Tetapi apa katamu, siapakah aku ini?" Dari pertanyaan ini kita dapat menginterpretasikan bahwa Yesus menuntut dan membutuhkan sebuah jawaban yang berasal dari pengalaman langsung.

Dan dari Petrus lah, muncul sebuah jawaban yang tepat, katanya "Engkalah Mesias". Yesus pun mengamini jawaban itu. Kendati demikian, Ia tidak mau terburu-buru dengan gelar itu. Ia lebih memilih untuk menggunakan gelar anak manusia untuk menunjuk pada awal kemuiaan-Nya yakni penderitaan-Nya.

Saudara terkasih, iman kita adalah warisan dari Petrus dan para murid. Hal ini berarti iman yang kita yakini adalah iman yang otentik dan lahir langsung dari pengalaman tentang Kristus sendiri. Jika demikian, tentunya kita diminta untuk mendekatkan diri selalu kepada Kristus agar kehidupan kita senantiasa dilandasi pada pengenalan yang tepat.

Tak jarang, Kristus dikenal sejauh yang didengar dan dibicarakan saja tanpa sungguh-sungguh mengenal dan mengalami pergumulan dengan-Nya. Maka dari itu, Mari bersama-sama kita bergandengan tangan dan berserah kepada-Nya, dan Masuklah kedalam pengalaman lansung dengan Kristus melalui doa pribadi kita dan juga ketaatan pada perintah-Nya.

DOA RENUNGAN KATOLIK

Allah Bapa Yang Maha baik, kehadiran Putera-Mu di dunia merupakan tanda kasih-Mu untuk kami. Kami mohon semoga Roh Kudus-Mu membimbing kami agar semangat mesianis Yesus meresap dalam hati kami dan kami wujudkan dalam karya kasih bagi sesama. Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 17 Februari 2022. Kiranya Kasih Tuhan menyertai kita semua, serta Kasih-Nya pula dapat kita sebarkan kepada sesama. Semoga***