Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022 "Upah Mengikuti Yesus" -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022 "Upah Mengikuti Yesus"

Patris Trikora
Minggu, 27 Februari 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022 "Upah Mengikuti Yesus"

 
Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022 " Upah Mengikuti Yesus"

Bacaan Pertama 1 Petrus 1:10-16 "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu"


1:10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

1:11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

1:12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Bacaan Injil Markus 10:28-31 "Upah Mengikuti Yesus"

10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"

10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
 

RENUNGAN KATOLIK


Para nabi sangat tertarik untuk mempelajari rencana keselamatan Allah. Ide mengenai keselamatan yang tersedia melalui Mesias yang menderita merupakan rahasia bagi para nabi, bahkan sesungguhnya bagi semua orang Yahudi (Kol. 1:26, 27).

Dengan memperkenalkan nubuat tentang kemuliaan melalui penderitaan ini Petrus pastilah sangat membangkitkan semangat para pembacanya. Inilah jalan hidup yang dinubuatkan di dalam Alkitab.

Jalan hidup yang telah dilalui Tuhan mereka, dan yang sekarang mereka dipanggil untuk melaluinya. Sebuah prinsip penting yang diilhamkan.

Kadang-kadang Allah memilih untuk menyatakan sesuatu melalui Kitab Suci yang ada di luar jangkauan pemahaman para penulisnya.

Jadi, di sini terdapat Injil yang dianugerahkan melalui para nabi, diberitakan oleh para pengkhotbah yang diurapi Roh Kudus, sesuatu yang mengherankan para malaikat.

Petrus dalam Bacaan Pertama diatas menasihati mereka agar berani menghadapi realisasi kasih Allah. Kita harus waspada dan menilai fakta-fakta yang ada dengan wajar tanpa emosi dan kepanikan yang berlebihan.

Dengan demikian akan menghasilkan suatu pengharapan bagi umat kristen seluruhnya, sebab ketekunan kristiani memiliki kualitas rohani.

Ketekunan tersebut merupakan “ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus” (I Tes. 1:3). Maka tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada umat kristen, jelas tidak dapat kita pahami sepenuhnya. Yang pasti didalamnya tercakup penebusan tubuh.

Bandingkan dengan pernyataan pada ayat 5 di atas, mungkin yang dimaksudkan ialah kasih karunia yang dianugerahkan kepada orang-orang yang mati sebagai martir.

Sesungguhnya “janganlah kamu menjadi serupa” dengan “hawa nafsu daging yang dahulu” (Ef. 2:3). Keinginan hidup seorang Kristen sudah diubah: tetapi jika orang Kristen itu sendiri tidak waspada maka dia tetap saja bisa “diseret dan dipikat oleh keinginannya sendiri”.

Sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu. Kedatangan kembali Kristus yang sudah dekat, pengharapan berharga dari semua orang percaya, juga merupakan suatu perangsang kuat untuk memiliki kehidupan yang kudus (I Yoh. 3:3).

Karena Kristus kudus. Ingatlah betapa malunya Petrus ketika menyadari keadaan berdosanya ketika secara tiba-tiba berhadapan dengan Kristus yang telah bangkit, yakni sewaktu Petrus sedang menjala ikan di tepi danau Galilea (Yoh. 21:7).

Peristiwa ini mengingatkan dirinya kembali akan kesadaran yang dialaminya ketika pertama kali dipanggil oleh Tuhan (Luk. 5:8). Kuduslah kamu. Perintah ini sangat dikenal oleh setiap orang yang memahami Pancakitab (Im. 11:44; 19:2; 20:7; bdg. Mat. 5:48).

Bacaan Injil hari ini juga mengisahkan upah mengikut Yesus. Bila si orang kaya tidak bersedia melepas hartanya untuk mengikut Yesus, maka para murid telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus. Lalu adakah keuntungan bagi para murid yang telah melakukan semua itu?

Yesus menjelaskan bahwa segala pengorbanan bagi Tuhan akan dihargai (ayat 30). Mereka yang harus kehilangan sesuatu karena mengikut Kristus, akan menerima balasan berlipat kali ganda sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita.

Meski yang kehilangan bersifat fisik atau materi, tetapi kita belum tentu mendapatkan ganti yang berupa demikian. Namun yang ingin Yesus katakan adalah bahwa Tuhan tidak tutup mata terhadap semua itu.

Tuhan melihat dan memperhatikan. Dia tidak mengabaikan orang-orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi mengikut Dia.

Maka meski murid-murid-Nya harus miskin, menderita, terhina, dan dianiaya karena Dia, mereka akan ditinggikan oleh Allah. Dan mereka yang duduk dalam posisi elite di dunia ini dan tidak pernah menghiraukan Kristus, akan menduduki tempat terakhir nantinya. Tidak akan ada penghormatan sedikit pun bagi mereka.

Pertanyaan para murid kadang kala menjadi pertanyaan kita juga ketika melihat pengorbanan kita dalam pelayanan begitu besar, baik berupa waktu, tenaga, pikiran, maupun harta.

Lalu kita membandingkannya dengan orang lain, yang kelihatannya sedikit berkorban, tetapi mendapat nama dan penghargaan, bahkan dari apa yang kita lakukan.

Mungkin terasa menyakitkan bagi kita. Namun jawaban Yesus kepada para murid memberikan kepastian bahwa Tuhan, Yang empunya pelayanan, melihat apa yang kita lakukan. Dan Dia menghargai semua itu.

Tentu saja kita pun harus menyadari, hendaknya pelayanan yang kita lakukan tidak didasarkan atas bayangan penghargaan yang akan kita terima dari Allah.

Lakukanlah pelayanan kita sebagai wujud ucapan syukur dan terima kasih kita kepada Dia, yang telah mempercayai kita untuk melayani Dia.
 

DOA RENUNGAN KATOLIK


Allah Bapa yang maha kuasa dan kekal, kemurahan hati-Mu melimpah jauh melampaui jasa ataupun permohonan kami. Limpahkanlah belas kasih-Mu kepada kami sepenuhnya; ampunilah dosa-dosa kami yang menggelisahkan hati dan anugerahilah kami segala sesuatu yang kami tak mampu menyebutnya.

Tuhan, jagalah juga setiap orang yang menjadi pekerja di kebun anggur-Mu agar mereka setia dan taat dalam menjalankan tugas perutusan yang Engkau Percayakan kepada kami pribadi lepas pribadi.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022. Kiranya dengan memasuki awal yang baru di bulan Maret ini 2022 ini, kita semua dianugerahkan kesehatan, rejeki dan berkat yang melimpah dari-Nya. Semoga***

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 1 Maret 2022 "Upah Mengikuti Yesus"