Khotbah Hari Minggu 13 Februari 2022 -->

Header Menu

Khotbah Hari Minggu 13 Februari 2022

Patris Trikora
Jumat, 11 Februari 2022

Suaraakarrumput.com-Berikut Khotbah Hari Minggu 13 Februari 2022

Bacaan Injil Lukas 6:17;20-26 "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah"

6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

6:20 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Khotbah Hari Minggu 13 Februari 2022

Khotbah  Hari Minggu 13 Februari 2022

Hidup sebagai orang yang percaya bahwa Allah adalah Penyelenggara dan Penopang kehidupan sama artinya dengan hidup mengandalkan kekuatan Allah dan bukan bertumpu pada kekuatan insani belaka. Hidup dengan mengandalkan Allah sama artinya pula dengan mengikatkan diri dan mengantungkan harapan hidup hanya kepada Allah (Bacaan I).

Ketika orang mengikatkan diri dan harapan hidupnya pada Tuhan, ia akan memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya di dalam hidup sebab Tuhan akan melimpahinya dengan berkat dan anugerah. Orang-orang seperti ini adalah seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya dimana daunnya tak pernah layu (Mzm Tanggapan).

Cara hidup orang demikianlah yang seharusnya menjadi cara hidup setiap orang beriman. Cara hidup orang beriman tidaklah seperti orang-orang yang mencari kebahagiaannya dengan mengantungkan penghiburannya pada kekayaan yang dimiliki dan mengantungkan kenyaman dan keamanannya pada apa yang dimiliki (lnjil)

Setelah mendengarkan firman Tuhan tadi muncul beberapa pertanyaan yang patut kita renungkan yaitu : Apa atau siapa sesungguhnya sumber hidup kita? Jangan lekas mengatakan Tuhan! Mari jujur melihat kedalam diri, bagaimana kita hidup sehari-hari. Apa yang paling kita kejar? Apa yang paling kita utamakan? jika kita sudah mengutamakan Tuhan, pastilah kita memberikan waktu terbaik untuk-Nya.

Kalau mau jujur, sesungguhnya kita hanya menggunakan waktu-waktu sisa untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Sabda Tuhan pada hari ini mengingatkan dengan jelas tentang hidup ini.

Hidup kita menjadi bermakna dalam Tuhan. Hidup kita pula akan berbuah segar dalam Tuhan. “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah, “kata Nabi Yeremia.

Injil hari ini mengungkapkan rahasia hidup bahagia. Kebahagian hidup tampaknya tidak terletak pada kesuksesan atau keberlimpahan. Rahasia hidup bahagia rupanya ada relasi yang terjalin dengan Tuhan. Dalam kelimpahan dan kesuksesannya, manusia kerap mengandalkan diri sendiri. Sedangkan dalam kekurangannya, manusia justru lebih mengandalkan sesama dan Tuhan. Hal terakhir inilah yang memungkinkannya untuk berbahagia dan menikmati hidup.

Demikian Khotbah Hari Minggu 13 Februari 2022. Kiranya Kasih Karunia Tuhan selalu menyertai dalam setiap pergumulan hidup kita. Semoga***