Khotbah Katolik Minggu 20 Februari 2022 -->

Header Menu

Khotbah Katolik Minggu 20 Februari 2022

Patris Trikora
Jumat, 18 Februari 2022

Khotbah Katolik Minggu 20 Februari 2022

  • Bacaan Pertama 1 Samuel 26:2.7-9.12-13.22-23
  • Bacaan Kedua 1 Korintus 15:45-49
  • Bacaan Injil Lukas 6:27-38

Bacaan Injil Lukas 6:27-38 "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu" 

6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

-Demikianlah Injil Tuhan

-Terpujilah Kristus

Khotbah Katolik Minggu 20 Februari 2022

KHOTBAH KATOLIK MINGGU 20 FEBRUARI 2022

Dalam Bacaan Injil hari ini ada hal menarik yang menjadi fokus perhatian kita yaitu  tentang "Ajaran Yesus sungguh tidak masuk akal bagi manusia!

Bagaimana mungkin kita mengasihi dan berbuat baik kepada musuh, meminta berkat dari yang mengutuk kita.

Mungkinkah ketika ada orang yang melakukan pemerasan meminta sejumlah uang kita malah memberikan semua harta kita, apakah masuk akal jika ada orang mempermalukan kita di depan maka kita dengan riang berkata “terimakasih telah mempermalukanku”.

Atau mungkinkah ketika kita meminjamkan uang kepada orang lain maka kita merelakan begitu saja tanpa berharap dia akan mengembalikannya, jika yang di pinjam Rp.100.000,- kita mungkin masih rela, tapi bagaimana jika 1 juta?

Disini Yesus hendak mengajarkan kepada kita untuk menyelesaikan suatu masalah ataupun keadaan yang sedang kita hadapi dengan cara yang berbeda dari konsep yang sudah umum diketahui dan dilakukan oleh manusia.

Mata ganti mata, gigi ganti gigi itu adalah konsep yang sudah umum dan itulah keadilan yang diketahui oleh manusia. Namun Yesus mau mengajar kita bahwa ada cara yang jauh lebih baik dari yang sudah umum kita ketahui, yaitu cara hidup orang yang tinggal dalam kerajaan Allah, cara hidup anak-anak Allah yaitu hukum kasih.

Cara hidup yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita memang adalah cara hidup diluar akal manusia, sebab ajaran hidup yang kita terima adalah berasal dari sorga.

Sebagai umat Katolik yang percaya kepada Tuhan Yesus tentu kita harus berbeda, cara hidup orang beriman bukan lagi seperti cara hidup yang hanya mengandalkan akal tetapi juga mengandalkan pikiran Kristus (Filipi 2:5).

Jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, itu sudah biasa! Orang yang tidak percaya juga melakukan hal yang sama. Terus apakah perbedaan kita sebagai orang-orang yang mengimani Tuhan yang benar?

Cara hidup yang tidak masuk akal itu diajarkan dan dilakukan oleh Tuhan Yesus di dunia ini, supaya kita dapat belajar dan mencontoh apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus

Dia hendak mengajar kita melakukan cara hidup melampaui apa yang sudah biasa, normal dan sudah lumrah/ umum. Dengan cara hidup kita yang berbeda dari yang sudah biasa dan umum, maka orang lain akan bertanya “Orang seperti apa dia ini?”

Dalam hal mengasihi musuh, bukan artinya kita pasif tanpa berbuat apa-apa ketika ada yang menampar, menganiaya ataupun menghina kita.

Namun kita hendak melakukan sesuatu yang lebih tinggi dan besar dampaknya daripada hal yang sudah biasa di lakukan oleh manusia dengan pembalasan yang setimpal, yaitu dengan kasih dari Tuhan.

Dengan Kasih maka kita sedang membalikkan cara yang dilakukan orang tersebut itu untuk menyerang dirinya sendiri, dia mau sadar atau tidak bahwa apa yang dilakukannya itu adalah hal yang paling salah yang pernah diperbuatnya.

Itulah sebabnya jika ada pepatah yang mengatakan bahwa “musuh terbesar adalah diri sendiri”. Jika ada orang yang memusuhi dan yang membenci kita, sesungguhnya musuh kita bukanlah dia, melainkan diri kita sendiri. Lalu bagaimanakah cara agar kita mampu menaklukkan diri kita? Yaitu untuk kembali memusuhi keegoisan yang ada dalam diri kita.

Hanya ada satu cara yaitu takhlukkanlah dirimu di bawah kuasa Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yesus katakan di ayat 31 “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”.

Jika kita menghendaki musuh itu menjadi teman, maka kita akan berbuat sebagai teman bagi dia, namun jika kita menginginkan dia tetap menjadi musuh, maka dia akan tetap menjadi musuh dalam hidup kita.

Yang hendak diajarkan Tuhan Yesus kepada kita adalah tentang sikap hati kita untuk mewujud-nyatakan kasih pada sesama manusia.

Apa yang Tuhan Yesus sebutkan dalam nas ini adalah beberapa contoh untuk mengilustrasikan bahwa kasih itu harus berbuah melalui tindakan dalam kehidupan kita. Kasih yang kita terima dari Tuhan Yesus harus memiliki dampak bagi sesama kita sekalipun itu orang yang memusuhi kita. 

DOA

Tuhan Yesus jadikanlah hati kami penuh kasih dan murah hati agar mampu berbuat kasih dan berbelarasa dengan sesama, amin.

Demikian Khotbah Katolik Minggu 20 Februari 2022. Kiranya Kasih Tuhan menyertai kita dan kiranya Melalui kita Kasih-Nya dapat kita sebarkan kepada sesama. Semoga***