Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 10 Maret 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 10 Maret 2022

Patris Trikora
Selasa, 08 Maret 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 10 Maret 2022 

Bacaan Pertama Ester 4:10a, 10c, 11-12, 17 “Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan.” 

4:10a Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 

4:10c Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 

4:11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja." 

4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 

4:17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya. 

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 10 Maret 2022

Bacaan Injil Matius 7:7-12 “Setiap orang yang meminta akan menerima.”

7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 

7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 

7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 

7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 

7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 

7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

RENUNGAN KATOLIK 

Dalam Bacaan Pertama diatas mengisahkan tentang Ester adalah wanita keturunan Yahudi sudah yatim piatu, ia diasuh oleh pamannya Mordekhai. Mereka termauk orang-orang Yahudi di pembuangan. 

Ester mengikuti kontes putri-putri calon ratu yang akan mendampingi raja dan ia menang. Sebagai seorang ratu Persia, Ester tetap mempunyai nasionalisme yang kuat sebagai orang Yahudi. 

Sampai suatu saat Raja mengangkat Haman menjadi pangeran Persia yang mempunyai kuasa sangat besar, sebab raja telah memberikan cincin kerajaan kepada Haman. Maka apa yang dilakukan Haman sama dengan apa yang dilakukan raja. 

Haman kemudian bersekongkol untuk memusnahkan orang-orang Yahudi dimana pun berada. Rencana ini diketahui oleh Mordekhai paman Ester. 

Mordekhai berusaha memberitahukan ini kepada Ester agar Ester menolong bangsanya dari bencana kematian dengan menghadap raja. 

Sebelum menghadap raja, Ester berdoa kepada Allah, bahwa Allah adalah satu-satunya penolong yang bisa menyelamatkan bangsanya. 

Ester pun kemudian memberanikan diri untuk menghadap raja walaupun tidak dipanggil. Resiko menghadap raja tanpa dipanggil adalah hukuman mati. 

Ester rela mati jika itu harus terjadi. Imannya yang begitu kuat kepada Allah menjadi teladan semua orang. 

Ester mewakili umatnya memohon kepada Allah.Ester adalah gambaran wanita yang penuh iman. 

Sekalipun seakan-akan tak ada yang dapat diharapkan, namun Ester tetap besar pengharapannya. 

Dari sabda Yesus sendiri kita mendengar betapa besar nilai doa yang sederhana. Allah mendengarkan doa kita dan menunjukkan sikap kebapaan-Nya. 

Anak yang minta roti takkan diberi batu. Doa terus menerus tanpa mengenal lelah, adalah tugas kita pada masa Prapaskah ini. 

Bacaan Injil hari ini mengajarkam kita untul Berhati-hati terhadap penilaian dan penghakiman. 

Kita cenderung menilai dan menghakimi orang lain, tetapi membela diri sendiri. Sebagaimana kita memperlakukan orang lain, demikian Tuhan akan memperlakukan kita. Ukuran yang kita pakai kepada orang lain, akan diukurkan juga kepada kita. 

Tuhan ingin persekutuan orang beriman tumbuh dalam kesucian. Sikap yang diperlukan bukanlah saling menghakimi, tetapi saling mengoreksi untuk membangun bersama. 

Memberi dan meminta. Pengikut Kristus dituntut untuk memberi seperti halnya Allah yang pemurah. Pemberian terindah yang dapat kita lakukan ialah membagikan Injil. 

Namun ada saatnya kita harus menahan diri dari membagikan harta Injil dan kebenaran firman, yaitu bila orang kita bagikan Injil itu terus menerus menolak dan menghina Kristus. 

Orang yang beriman adalah orang yang dalam iman tekun berdoa, meminta, mencari, mengetuk pintu anugerah Tuhan. Dengan jalan berdoalah kita beroleh segala yang terbaik. 

Dengan demikian patut kita Renungkan bahwa kita sebagai Orang Kristiani adalah penatalayan harta Allah. Apakah cara hidup, doa, serta pelayanan kita mencerminkan penatalayan yang bertanggung jawab?

DOA RENUNGAN KATOLIK 

Bapa surgawi, semoga masa Prapaskah ini sungguh-sungguh menjadi masa perbaikan bagi semua umat-Mu. Kami ingin mencicipi kepenuhan hidup yang Engkau ingin berikan kepada kami. 

Melalui Roh Kudus-Mu, ajarlah kami untuk berdoa secara benar dan dengan ketekunan agar dapat memperoleh jawaban-jawaban terhadap doa-doa kami. 

Karena Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup dan berkuasa selama-lamanya, Amin.  

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis 10 Maret 2022. Kiranya Roh Kudus Selalu menyertai kita dalam setiap pergumulan kita, sehingga kita mampu menjadi pelayan sabda yang terpilih melalui tugas perutusan kita masing-masing. Semoga***