Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 8 Maret 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 8 Maret 2022

Patris Trikora
Minggu, 06 Maret 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 8 Maret 2022 

Bacaan Pertama Yesaya 55:10-11 " Firman-Ku akan Melaksanakan apa yang Ku kehendaki

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 

55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 8 Maret 2022

Bacaan Injil Matius 6:7-15 "Yesus Mengajar Murid-Murid-Nya Berdoa" 

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 

6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 

6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 

6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 

6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

RENUNGAN KATOLIK

Saudara terkasih, dalam Bacaan Pertama diatas kita merefleksikan tentang Undangan keselamatan 

Panggilan Allah kepada Israel untuk bertobat bukan untuk mengurangi kebahagiaannya. Sebaliknya, Allah hendak melimpahi mereka dengan segala berkat yang terbaik agar mereka memiliki hidup yang penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan. 

Saat penyelamatan sudah tiba. Undangan keselamatan pun sudah diserukan. Tuhan berjanji siapa saja yang menyambut undangan tersebut akan menikmati hidup yang lebih baik daripada yang selama ini mereka alami.

Tuhan meneguhkan janji-Nya itu memakai perjanjian abadi yang pernah diadakan-Nya dengan Raja Daud. Sama seperti Raja Daud menjadi agen Allah untuk menggembalakan Israel, umat-Nya (2Sam. 7:8), demikian pula kini umat Allah dipanggil menjadi agen-agen-Nya untuk menyelamatkan bangsa-bangsa. 

Allah menuntut tanggapan segera yang benar dari umat-Nya terhadap undangan tersebut. Umat-Nya harus mencari Allah dan meninggalkan dosa mereka agar pengampunan-Nya berlaku dan pemulihan-Nya dinyatakan.

Inilah cara Allah menyelamatkan umat-Nya sesuai dengan firman-Nya. Cara Allah ini tidak selalu dimengerti umat-Nya, tetapi pasti efektif karena firman-Nya tidak mungkin gagal (ayat 8-11).

Bila umat Allah menanggapi dengan benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat-berkat Allah bersama dengan segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah. 

Apakah yang akan seseorang peroleh tatkala ia menerima undangan keselamatan dari Allah?

Pertama, ia akan menikmati hidup yang penuh sukacita dan persekutuan yang intim dengan Tuhan.

Kedua, ia akan menjadi berkat bagi banyak orang dan hidupnya memuliakan Tuhan.

Ketiga, hidupnya kembali harmonis serta berdamai dengan sesama manusia dan alam. 

Perhatikan: Menolak undangan keselamatan berarti menutup diri terhadap anugerah Allah.

Bacaan Injil hari ini mengajari kita tentang Hubungan rahasia yang dikembangkan. 

Kita perlu mengembangkan hubungan kita dan Allah yang ‘rahasia’ itu dengan pergi ke kamar, menutup pintu, dan berdoa kepada-Nya.

Artinya kita perlu menyediakan waktu dan tempat secara khusus untuk berkomunikasi dengan Allah secara pribadi, sehingga kita semakin mengenal-Nya secara pribadi dan bukan sekadar mengenal tentang Dia.

Di samping itu kita pun perlu belajar prinsip doa yang benar dan sikap-sikap yang harus kita miliki ketika kita menghadap Dia dalam doa. 

Perkataan Bapa kami yang di surga mengajarkan bahwa di dalam doa, Allah yang jauh dari manusia (di surga) menjadi dekat dengan umat-Nya (Bapa kami).

Dikuduskanlah nama-Mu menyatakan bahwa kita mengakui Allah sebagaimana Ia telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang kudus. Kita mengekspresikan penghormatan kita kepada-Nya, mengakui Dia sebagai Allah yang hidup, aktif, dan berperan dalam hidup manusia.

Datanglah kerajaan-Mu mengungkapkan pengakuan kita bahwa Allah lah Raja yang sah atas seluruh penciptaan dan merindukan pemerintahan-Nya secara penuh terealisasi dalam kehidupan kita dan dunia.

Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga merupakan pernyataan bahwa kita tunduk dan taat kepada-Nya dalam segala hal. Kita tidak membedakan hal yang `suci’ dan yang `sekuler’.

Memohon Berikanlah kami… adalah pernyataan kepercayaan kita yang besar kepada Allah bahwa kita selalu dicukupkan dengan apa yang diberikan tiap hari tanpa keinginan untuk menumpuk harta bagi diri sendiri. Tiap hari yang baru kita lihat sebagai kesempatan untuk mengalami kebaikan Allah bagi kita. 

Permohonan Ampunilah kami, merupakan manifestasi dari merendahkan diri di hadapan Allah. Kita sadar akan kelemahan dan kegagalan kita namun kita pun bersukacita karena Allah tetap mengasihi kita.

Kasih Allah yang mengampuni akan mendorong kita untuk berbelas kasihan kepada orang lain yang bersalah kepada kita. Ini merupakan kesempatan untuk mendemonstrasikan kemurahan Allah.

Kita bersandar kepada Allah yang akan melepaskan kita dari pencobaan, jika kita tidak dengan sengaja mencari pencobaan ketika kita mengatakan Jauhkanlah kami…. 

Ketika kita mendatangi Allah dengan sikap seperti di atas, maka relasi dengan Allah akan semakin dalam dan bertumbuh.

DOA RENUNGAN KATOLIK

Bapa surgawi, ajarlah kami untuk berdoa dengan benar. Penuhilah diri kami dengan Roh Kudus-Mu dan tolonglah kami dalam kelemahan kami, sehingga dengan demikian doa kami akan menyenangkan Tritunggal Mahakudus dan memuliakan nama-Mu.

Karena Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa, Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Selasa 8 Maret 2022. Kiranya kita semakin memperkokoh iman kita dengan rajin berdoa, serta mengaplikasikannya denga perbuatan kita yang baik bagi sesama. Semoga***