Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 14 Mei 2022 -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 14 Mei 2022

Patris Trikora
Jumat, 13 Mei 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 14 Mei 2022, Pesta St. Matias, Rasul.


Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 14 Mei 2022



Bacaan: Kisah Para Rasul 1: 15-17.20-26; Yohanes 15: 9-17

Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 14 Mei 2022


BERDOA UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN PENTING


Kehidupan tidak boleh berhenti, tetapi harus berjalan terus. Kehidupan yang berjalan terus bergerak dalam diri manusia.

Di dalam diri manusia gerakan hidup cukup sering tersendat-sendat. Bahkan kehidupan bisa berhenti sama sekali ketika manusia tidak lagi memiliki semangat dan komitmen. Hal seperti ini tidak boleh terjadi.

Kehidupan tidak boleh macet gara-gara manusia. Manusia boleh macet, tetapi kehidupan harus tetap maju dan harus terus bergerak maju.

Dinamika antara manusia dan kehidupan, kita temukan dalam bacaan I hari ini. Di tengah-tengah jemaat yang sedang berkumpul kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, ‘berdirilah Petrus” dan berkata: Hai, saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu”.

Karena Yudas membelot menjadi pengkhianat terhadap Yesus, “jabatan” Yudas sebagai rasul segera “diambil orang lain.” Untuk itu mereka mencari ‘satu orang yang dipilih dari antara mereka’ untuk“ditambahkan” kepada bilangan para rasul guna menggantikan Yudas.

Dari dua orang yang diusulkan, yaitu “Yusuf dan Matias”, terpilihlah Matias. Pilihan atas Matias terjadi sesudah mereka berdoa dan membuang ‘undi'. Dengan demikian, Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul” (Kis 1: 15-16.21.23-26).

Patah Tumbuh Hilang Berganti


Berdasarkan kisah suci ini, kerasulan dan pelayanan kerasulan tidak boleh putus. Maka bila ada rasul yang berhalangan seperti Yudas misalnya segera harus ada orang lain untuk menggantikannya.

Tidak boleh ada tempat para rasul yang kosong atau lowong. Kekosongan atau kelowongan akan menyebabkan kemacetan dalam pelayanan kerasulan.

Bila ada rasul yang berhenti atau tidak lagi menjadi rasul entah karena kematian atau karena kejadian atau peristiwa tertentu, segera haruslah dicari dan diangkat rasul yang baru.

Dalam pemahaman ini, ada suatu pepatah umum yang amat berarti. Pepatah itu berbunyi: ‘Patah tumbuh hilang berganti.’

Kalau ada pohon yang patah harus ada pohon baru yang ditanam lagi. Tidak boleh pohon yang patah dibiarkan tanpa ada anakan pohon baru.

Bumi, alam atau tanah akan tandus dan kering kerontang apabila pohon yang patah tidak memiliki anakan pohon baru untuk menggantikannya.

Intinya, apabila ada sesuatu yang hilang dalam perjalanan waktu, haruslah segera ada penggantinya. Tidak boleh ada penghentian pelayanan kerasulan karena tidak ada manusia atau penanggung jawab.

Pelayan hadir karena ada pelayanan. Tetapi tidak boleh ada pelayanan tanpa pelayan. Tidak boleh ada kantor yang tidak melayani kehidupan masyarakat hanya karena tidak ada pegawainya.

Pegawai untuk pelayanan di kantor mesti selalu ada dan tersedia. Dengan demikian pelayanan kehidupan tidak berhenti. Pelayanan kerasulan tetap berjalan.

Pelayanan publik tetap beroperasi. Kebutuhan masyarakat tidak boleh tidak dilayani hanya karena ketiadaan pelayan atau abdi masyarakat.

Berdoa Untuk Menentukan Pilihan Yang Tepat


Karena itu bila tidak ada pelayan dan tidak ada abdi masyarakat, harus segera dicari dan dipilih, diangkat dan ditetapkan orang yang tepat agar tugas pelayanan kerasulan atau tugas pelayanan publik masyarakat tetap berjalan normal dan biasa.

Jemaat dalam gereja perdana ‘berdoa’ untuk mendapatkan Matias guna menggantikan posisi Yudas sebagai rasul.

Mereka berdoa karena ada dua calon yang harus dipilih, yaitu Matias dan Yusuf. Berkat doa dan karena berdoa, mereka membuang undi dan keluarlah nama Matias sebagai rasul terpilih.

Seperti jemaat dalam gereja perdana, kita sering berhadapan dengan pilihan yang tidak selalu mudah dan gampang untuk dilakukan. Karena itu kita perlu berdoa.

Doa dan berdoa adalah jalan khusus untuk mendapat terang dan inspirasi dari Tuhan sendiri agar kita mampu mengambil sikap dan menentukan pilihan yang tepat atas apa saja, terutama atas orang-orang yang kita butuhkan bagi pelayanan publik untuk kepentingan banyak orang atau masyarakat.

Sebab itu “tetaplah berdoa” (1Tes 5: 17) dan teruslah berdoa apabila kita berada dalam kebimbangan dan keraguan untuk menentukan sikap yang benar dan pilihan yang tepat atas apa saja berkaitan dengan hidup dan pekerjaan kita.

Kita perlu meminta doa dan perantaraan Bunda Maria ketika kita harus berhadapan dengan pilihan yang penting dan serius dalam hidup.

Doaku dan berkat Tuhan

Mgr Hubertus Leteng.