Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta) -->

Header Menu

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta)

Patris Trikora
Jumat, 03 Juni 2022

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta)


Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta)
Ilustrasi: Google


Bacaan I Kisah Para Rasul 2:1-11 "Roh Kudus Turun atas Para Rasul"


1: Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2: Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

3: dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

4: Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

5: Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

6: Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

7: Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

8: Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

9: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

10: Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

11: baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Bacaan Injil Yoh 14:15-16,23b-26 "Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa...yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu"


15"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

16: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

23b: Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

24: Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

25: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;

26:Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Mei 2022 (Hari Raya Pentakosta)


Saudara terkasih dalam Kristus, Hari Ini kita sebagai umat Katolik merayakan Pesta Turunnya Roh Kudus atas Para Rasul atau Hari raya Pentakosta

Dar kedua bacaan diatas kita merenungkan 2 poin yaitu: Roh Kudus tercurah atas Para rasul, Gereja dan kita serta Allah yang menyertai kita

1. Dalam Bacaan Pertama kita merenenungkan Roh Kudus Tercurah atas Para Rasul, Gereja dan Kita.


Sebelum terangkat ke sorga, Yesus berjanji akan mencurahkan Roh Kudus untuk meneruskan dan mewujudkan misi-Nya di dunia yaitu menelanjangi dosa, menobatkan, memeteraikan, menguduskan dan mewujudkan persatuan Kristiani.

Langkah awal perwujudan misi ini nampak ketika Roh Kudus memampukan para rasul berbicara dalam berbagai bahasa bahasa yang digunakan dan dibutuhkan saat itu, sehingga setiap orang dari berbagai daerah mengerti kesaksian para rasul tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.

Roh Kudus telah mengawali suatu pembentukan kehidupan umat Kristiani yang bersekutu dan berdoa.

Bila gerak awal Roh Kudus itu diimbangi dengan aktivitas umat Kristiani secara baik dan bertanggung jawab, tentu kita sebagai pengikut Kristus akan merasakan suatu gerak rohani yang sangat bermanfaat dalam rangka saling menguatkan keimanan.

Namun kenyataan yang ada saat ini justru muncul banyak perselihan paham yang mempertentangkan dan membatasi kehadiran Roh Kudus.

Kelompok yang satu menuduh kelompok yang lain tidak memiliki Roh, sebaliknya yang satu menuduh yang lain terlalu berlebihan.

Bukankah perselisihan paham ini menunjukkan bahwa kita telah menyelewengkan tujuan kehadiran Roh Kudus?

Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah perayaan umat Israel purba yang dirayakan pada hari ke lima puluh sesudah Paskah (Pesah: keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir).

Pada hari itu umat merayakan dua hal yaitu kebaikan Allah karena panen yang berhasil dan pemberian hukum Taurat kepada Musa.

Dalam Perjanjian Baru, ketika tiba hari Pentakosta, Roh Kudus turun tercurah kepada para murid Yesus, yang sedang berkumpul di Yerusalem dan mengaruniakan hidup baru, kekuasaan baru, dan berkat yang disebut Petrus sebagai penggenapan nubuat nabi Yoel.

2. Dalam Bacaan Injil diatas kita merenungkan Allah Yang Menyertai Kita


Sepeninggal Yesus, para murid-Nya akan menerima penyertaan yang tak pernah terputus-putus.

Ia tidak akan meninggalkan para murid seperti seorang anak yatim piatu, yang tidak memiliki pelindung.

Ia akan menyertai, menghibur, menguatkan mereka melalui Dia yang setara dengan-Nya, yaitu Penolong lain, Roh Kudus.

Limapuluh hari setelah hari raya Paskah adalah hari raya Pentakosta. Pentakosta menjadi mahkota perayaan Paskah.

Limapuluh hari lamanya Gereja bersukacita merayakan misteri Paskah; Tuhan kita yang disalibkan telah mengalahkan maut dan bangkit.

Dia telah mengalahkan dunia. Pada Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan atas para Rasul, Gereja dan kita, agar kita dibimbing pada pengertian dan kebenaran akan Tuhan Yesus.

Kebenaran itulah yang harus kita wartakan. Kita diminta menjadi saksi. Bagaimana agar Roh Kudus bisa tercurahkan pada kita?

Yesus menjanjikan kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus hadir sebagai pengajar kebenaran bagi para murid (Yoh. ay 17a). Kebenaran yang diajarkan Roh Kudus bersumber dari Allah dalam Yesus.

Itulah sebabnya, dunia tidak mungkin menerima-Nya sebab dunia menolak Yesus, Sang Kebenaran itu (lih ay 6, 22-23). Hanya seorang murid sejati yang dapat menerima kehadiran Roh Kudus dalam dirinya (ay 17b).

Bukti hadirnya Roh Kudus dalam diri murid adalah kasihnya kepada Yesus dan ketaatannya akan firman-Nya (ay. 15, 21, 23-24).

Adanya hubungan erat dan pengidentifikasian kehendak serta misi antara Yesus, Bapa, dan Roh Kudus berpengaruh pada hubungan orang beriman dengan Allah (ay 20).

Yesus dan Bapa akan hadir dalam hidup para murid yang mengenal dan mengasihi Yesus. Barang siapa mengasihi Yesus, Bapa juga mengasihinya (ay 21, 23).

Hubungan istimewa ini tidak dikenal oleh dunia melainkan diketahui oleh para murid Yesus. Mereka merasakan kehadiran Yesus dalam hidup mereka (ay 18-20).

Kapan dan bagaimana Yesus akan hadir dalam hidup mereka?

Ada tiga penafsiran yaitu: Ia akan hadir setelah kebangkitan-Nya (ay 19), Ia akan kembali pada kedatangan-Nya yang kedua (ay 3), Ia ada di hati orang percaya melalui Roh Kudus (ay 17).

Dalam Bacaan Injil hari ini dinyatakan bahwa kehadiran Roh Kudus bisa dimulai jika kita mengasihi Tuhan Yesus.

Mengasihi Tuhan Yesus adalah bentuk kecerdasan spiritual, yang menurut bacaan hari ini, menjadi syarat agar Roh Kudus bisa turun.

Maka, pengalaman akan turunnya Roh Kudus dimulai dari pengalaman akan mengasihi dan dikasihi Tuhan.

Ketika kita mengasihi Tuhan, maka saat itu juga kasih Allah akan merasuk dalam diri kita, sebab Allah adalah Kasih.

Ini terjadi seperti dua hati yang saling merindukan dan bertemu dengan yang dirindukan.

Mencintai Tuhan Yesus, pertama-tama adalah kesediaan kita untuk merasakan kasih-Nya yang memang sudah dilimpahkan. Inilah langkah awal untuk menjadi pewarta cinta.

Inti dari peristiwa ini adalah bahwa semua murid-Nya harus menjadi saksi. Awal mula dari kesaksian adalah kehadiran Roh Kudus.

Seperti Roh Kudus turun atas Tuhan Yesus sebelum perutusan-Nya, demikian pula kesaksian akan terjadi kalau Roh Kudus turun pada kita.

Maka, sebelum menjadi saksi cinta bagi orang lain, kita sekalian mesti mengalami cinta Tuhan Yesus dan meresapkannya dalam hati serta merayakannya dalam hidup sehari-hari.

Para murid Yesus masa kini adalah tiap orang yang mengasihi-Nya. Secara kasat mata kita tidak melihat Yesus, namun kita bersama Yesus sebab janji penyertaan-Nya terus berlaku hingga kini.

Sekarang, kita hidup dalam penantian kedatangan Kristus. Mari kita wujudkan kasih kepada Allah dengan ketaatan kepada-Nya.

Jadi, kebiasaan baik seperti berdoa, bermeditasi, merasakan keheningan, hidup sederhana, percaya dan beriman dalam untung dan malang, sehat dan sakit, tertawa dan menangis, kelahiran dan kematian, harus terus ditumbuhkan dalam diri sendiri.

Niscaya hidup kita akan menjadi saksi-saksi Kristus yang handal. Selamat Hari Raya Pentakosta!

Doa Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta)


Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus yang Kau utus kepada kami. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke atas kami, agar kami semakin layak menyaksikan perbuatan-perbuatan-Mu yang besar dan ajaib, serta biarkanlah Roh Kudus yang memimpin dan membimbing kami, sehingga kami selalu berada dalam jalan-Mu yang benar, Amin.

Demikian Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Minggu 5 Juni 2022 (Hari Raya Pentakosta). Kiranya Roh Kudus selalu membimbing dan menuntun kia dalam segala tugas dan aktivitas kita sehari-hari. Semoga***